Layanan Satelit Percepat Akses Internet di Papua Pegunungan
- 25 Feb 2026 02:38 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Keterbatasan infrastruktur jaringan darat di wilayah Papua Pegunungan berdampak pada belum optimalnya layanan internet broadband yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Untuk menjawab tantangan tersebut, Telkom Group mengembangkan solusi akses internet melalui teknologi satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO) guna meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi di wilayah pegunungan, khususnya Wamena dan sekitarnya.
General Manager Telkom Papua, Antonius Joko Sritomo menjelaskan, hingga saat ini backbone jaringan di Papua Pegunungan masih mengandalkan satelit. Kondisi geografis dengan bentangan alam yang ekstrem membuat pembangunan jaringan kabel optik terestrial menjadi sangat berat secara teknis maupun logistik, serta faktor keamanan.
“Untuk Papua Pegunungan, backbone jaringan masih berbasis satelit sehingga kami belum bisa melakukan penetrasi layanan HSI atau broadband internet secara maksimal. Saat ini layanan yang tersedia masih berbasis satelit,” kata Antonius Joko Sritomo, Selasa (24/02/2025).
Dijelaskan, sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan, Telkom Group mengembangkan skema community gateway dengan memanfaatkan teknologi satelit orbit rendah milik Starlink. Teknologi LEO satelit ini dinilai mampu memberikan latensi yang jauh lebih rendah dibandingkan satelit geostasioner.
Jika menggunakan satelit geostasioner dengan ketinggian sekitar 36.000 kilometer, latensi akses internet bisa mencapai sekitar 1.000 milidetik. Sementara dengan satelit LEO yang berada di ketinggian sekitar 500 kilometer, latensi dapat ditekan hingga di bawah 100 milidetik, dengan kisaran sekitar 80 milidetik.
“Dengan community gateway berbasis satelit LEO ini, kami harapkan kualitas customer experience bisa jauh lebih baik, terutama untuk layanan seluler di Wamena dan wilayah sekitarnya,” jelas Antonius.
Saat ini, Telkom Group masih memprioritaskan peningkatan kualitas layanan seluler di Wamena. Tahapan uji coba (trial) dan integrasi sistem telah dilakukan, meski masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum implementasi penuh.
Dari sisi kapasitas, Telkom menyiapkan bandwidth sekitar 5,5 hingga 6 Gbps untuk mendukung peningkatan kualitas jaringan seluler di wilayah Papua Pegunungan. Kapasitas ini diharapkan mampu memberikan pengalaman internet yang lebih stabil bagi masyarakat setempat.
Infrastruktur Terestrial Masih Terkendala Medan
Selain satelit, penyediaan jaringan terestrial di Papua Pegunungan juga menghadapi tantangan besar akibat medan yang sulit dijangkau. Penugasan pembangunan infrastruktur terestrial di wilayah tersebut secara nasional dilakukan oleh BAKTI Kominfo.
Saat ini, jaringan radio IP yang tersedia di wilayah Papua Pegunungan memiliki kapasitas sekitar 1,25 Gbps, yang dinilai masih terbatas untuk mendukung kebutuhan konektivitas yang terus meningkat.
“Kendala utama memang bentangan alam dan akses yang sangat berat untuk pembangunan jaringan kabel optik. Karena itu, solusi satelit menjadi opsi paling realistis saat ini,” tegas Antonius Joko Sritomo.
Pemanfaatan teknologi satelit orbit rendah ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses digital di wilayah Papua Pegunungan. Dengan kualitas koneksi yang lebih baik, layanan publik, pendidikan, kesehatan, serta aktivitas ekonomi digital masyarakat setempat diharapkan dapat berkembang lebih optimal.
Telkom Group menargetkan, melalui penguatan backbone satelit dan integrasi teknologi LEO satelit, kualitas layanan telekomunikasi di Papua Pegunungan akan terus meningkat secara bertahap dalam waktu dekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....