Satgas Pangan Polda Papua Sidak Harga Bapok
- 11 Feb 2026 14:59 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan (Saber Pangan) Provinsi Papua menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan pasar tradisional di Kota Jayapura, Selasa (10/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan menjelang Ramadhan 1447 H.
Sidak dipimpin Dir Reskrimsus Polda Papua selaku Kasatgas Saber Pangan, Kombes. Pol. Rama Samtama Putra, didampingi perwakilan Perum Bulog Wilayah Papua, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas PTSP, serta Biro Perekonomian Provinsi Papua.
Pemantauan diawali di Gudang Tiga Mas Perkasa yang berlokasi di Entrop. Ditempat tersebut, stok beras premium merek Serasih tercatat aman sebesar 35 ton dengan harga Rp15.800/kg. Namun, tim menemukan Minyakita sebanyak 22.323 liter masih dijual di atas ketentuan harga.
Sidak dilanjutkan ke Pasar Hamadi, tepatnya di Kios Hijrah dan Kios Cahaya Riski. Di lokasi tersebut, harga beras premium terpantau Rp18.000/kg, beras medium Rp15.000/kg, dan telur ayam lokal Rp34.000/kg.
Kasatgas Saber Pangan Papua, Kombes. Pol. Rama Samtama Putra, menyatakan fokus sidak kali ini adalah memastikan distribusi 14 komoditas pangan strategis berjalan lancar. Meski stok secara umum aman, pihaknya masih menemukan pengecer yang menjual Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami menemukan Minyakita dijual di kisaran Rp16.000 per liter dengan alasan pembulatan harga, padahal HET yang ditetapkan pemerintah Rp15.700,” ujarnya.
Atas temuan tersebut, Satgas Saber Pangan memberikan teguran dan peringatan kepada pedagang. Tim juga memasang banner informasi HET di titik penjualan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait barang subsidi.
Polda Papua melalui Satgas Saber Pangan akan terus melakukan pengawasan hingga hari raya. Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat serta mencegah penimbunan dan spekulasi harga.
“Secara umum, stok beras, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya di Papua terpantau aman dan terkendali. Kami mengimbau pelaku usaha mematuhi harga acuan yang berlaku,” tutup Kombes Rama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....