Obat Kanker Kosong, Layanan Kemoterapi RSUD Tidak Stabil

  • 25 Jan 2026 12:45 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Kekosongan obat kemoterapi terjadi berbulan-bulan di RSUD Jayapura dan berdampak langsung pada kelangsungan terapi pasien kanker. Sejumlah obat utama belum tersedia sejak Oktober hingga saat ini.

Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, Jan Frits Siauta, mengatakan kekosongan terjadi pada beberapa jenis obat yang digunakan lintas diagnosis kanker. Kondisi tersebut membuat pelayanan kemoterapi tidak berjalan stabil.

“Dari tahun ke tahun sampai sekarang, obat kemo selalu habis bergantian. Yang datang satu, yang lain habis,” kata Jan, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia menyebut obat golongan ifosfamid dan etoposide termasuk yang kosong dalam waktu lama. Obat tersebut digunakan untuk pasien kanker payudara, kelenjar, hingga kanker kepala dan leher. “Ada obat yang sudah kosong sejak Oktober, November, Desember, sampai sekarang belum ada,” ujarnya.

Jan mengatakan ketidakpastian ketersediaan obat membuat jadwal terapi pasien sering tertunda. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan bagi pasien kanker di Papua.

Ia menegaskan kekosongan obat kemoterapi menjadi persoalan serius karena menyangkut keselamatan pasien. Layanan kanker, menurutnya, membutuhkan kepastian obat yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....