Rapat Persiapan Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di Papua

  • 12 Mar 2026 14:24 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, menggelar rapat persiapan pelaksanaan rukyatul hilal penentuan awal Syawal 1447 Hijriah. Rapat berlangsung di Musala Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Papua, melibatkan sejumlah pihak.

Hadir tim Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kanwil Kemenag Provinsi Papua serta tim falakiyah. Selain itu melibatkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura.

Pertemuan tersebut, bertujuan menyepakati waktu lokasi dan tim yang akan melakukan pengamatan hilal secara bersama di wilayah Papua. Koordinasi ini dilakukan, agar proses rukyatul hilal berjalan tertib serta menghasilkan laporan pengamatan yang akurat bagi pemerintah pusat.

Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua, Muslimin Yalipele, menegaskan rukyatul hilal bagian tuntutan syariat dalam penetapan Hijriah. Menurutnya, kegiatan ini juga untuk memastikan teknis pengamatan hilal agar proses berjalan baik dan menghasilkan laporan yang akurat.

Penetapan awal Syawal, menurutnya memerlukan alat serta metode pengamatan yang mampu melihat posisi hilal secara tepat dan jelas. Karena berkaitan syariat, penentuan awal Syawal harus menggunakan alat bantu pengamatan sesuai waktu yang ditetapkan serta lokasi pengamatan.

"Waktu pelaksanaannya sudah ditentukan. Kita tinggal mengatur siapa yang akan melaksanakan dan di mana tempat pengamatannya,” ujarnya, Selasa (10 Maret 2026).

Pranata Meteorologi BBMKG Wilayah V Jayapura, Muhammad Syawal, menyampaikan informasi awal kondisi astronomis hilal wilayah Papua menjelang pengamatan. 19 Maret 2026, ketinggian hilal Merauke sekitar 0,9606 derajat, elongasi 4,04, serta fraksi iluminasi bulan sekitar 0,12 persen.

"Nilainya memang positif. Tetapi kemungkinan hilal sangat sulit terlihat karena posisinya masih sangat tipis di atas horizon,” ucapnya.

Meski demikian, Muhammad Syawal berharap koordinasi antara BMKG dan Kemenag terus terjalin. Dengan begitu, informasi yang disampaikan dapat mendukung pelaksanaan rukyatul hilal di daerah.

Ketua Tim Urusan Agama Islam (Urais) dan Bina Syariah Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Aminah menjelaskan pelaksanaan rukyatul hilal. Ia mengatakan rukyatul hilal nasional dilaksanakan 19 Maret 2026.

Meski hilal diperkirakan sulit terlihat, pengamatan tetap dilakukan. Hal ini karena keputusan akhir ditentukan melalui sidang isbat pemerintah pusat nanti.

"Dan kita berharap, agar proses ini berjalan dengan baik dan lancar. Kita tidak pernah tahu ketetapan Allah ke depan," katanya.

Rekomendasi Berita