Biduran: Kenali Gejala, Penyebab, dan Kapan Harus Waspada

  • 13 Sep 2026 11:15 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Biduran atau urtikaria, merupakan reaksi kulit yang ditandai bentol atau bercak menonjol dan biasanya terasa sangat gatal sekali. Bentol dapat muncul tiba-tiba di berbagai bagian tubuh, dengan ukuran serta bentuk beragam, kemudian menghilang dan muncul kembali.

American Academy of Dermatology atau AAD, menjelaskan bahwa biduran terjadi ketika tubuh melepaskan histamin dan zat kimia lainnya. Reaksi tersebut dapat berkaitan dengan alergi, tetapi tidak semua kasus biduran disebabkan alergi sehingga penyebabnya terkadang sulit diketahui.

Makanan tertentu merupakan salah satu pemicu biduran, terutama pada orang yang sensitif atau alergi terhadap bahan makanan. Selain makanan, obat-obatan, gigitan atau sengatan serangga, serbuk sari, bulu hewan, dan lateks juga dapat memicu biduran tertentu.

Biduran juga dapat dipicu kondisi fisik dan lingkungan tanpa adanya alergi makanan pada sebagian orang. Udara dingin, panas, keringat, sinar matahari, tekanan kulit, pakaian ketat, aktivitas fisik, hingga stres dapat menjadi pemicu.

Infeksi tertentu juga dapat memicu, karena sistem kekebalan tubuh merespons infeksi dengan melepaskan histamin dalam tubuh. Flu, infeksi tenggorokan, infeksi saluran kemih, dan beberapa infeksi lainnya pernah dikaitkan dengan munculnya biduran pada sebagian orang.

Pada umumnya, satu bentol biduran dapat menghilang dalam waktu kurang dari 24 jam, meskipun bentol baru muncul kembali. Jika keluhan berlangsung atau berulang selama lebih dari enam minggu, kondisi dikategorikan sebagai biduran kronis dan perlu dievaluasi.

Penanganan biduran bergantung pada tingkat keparahan dan pemicunya, tetapi kasus ringan sering kali dapat membaik dengan sendirinya umumnya. Antihistamin umum digunakan untuk membantu mengurangi rasa gatal dan pembengkakan, sedangkan menghindari pemicu tersebut dapat mencegah keluhan berulang.

Biduran sering tidak berbahaya, tetapi perlu diwaspadai jika disertai pembengkakan bibir, lidah, mulut, atau tenggorokan, wajah juga. Kesulitan bernapas atau menelan, dapat menjadi tanda reaksi alergi berat sehingga membutuhkan pertolongan medis segera dan tepat waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....