Jangan Kebanyakan Manis: Ini Batas Gula Harian untuk Orang Dewasa dan Anak

  • 10 Sep 2026 19:00 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID Jayapura - Gula menjadi bagian pola makan sehari-hari, karena memberikan energi sekaligus menambah cita rasa pada berbagai makanan dan minuman. Konsumsi gula berlebihan perlu diwaspadai, karena dapat meningkatkan risiko berat badan berlebih serta masalah kesehatan gigi dan tubuh.

WHO menganjurkan konsumsi gula bebas pada orang dewasa dan anak dibatasi kurang dari sepuluh persen kebutuhan energi harian. Pada 2.000 kalori, batas setara kurang dari 50 gram atau sekitar 12 sendok teh gula.

WHO juga menyebutkan, pembatasan gula bebas hingga kurang dari lima persen kebutuhan energi dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan. Pada 2.000 kalori, batas tersebut kira-kira setara 25 gram atau sekitar enam sendok teh sehari.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan setiap hari. Batas tersebut mencakup gula dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sepanjang hari, bukan hanya gula pasir tambahan sendiri.

Namun, gula bebas bukan hanya gula pasir yang ditambahkan ke teh atau kopi, melainkan juga gula tambahan produsen. Gula bebas terdapat dalam madu, sirup, jus buah, konsentrat jus, minuman manis, makanan ringan, permen, kue, serta kemasan.

Bagi anak-anak, pembatasan gula sangat penting karena kebiasaan makan yang terbentuk sejak kecil dapat terbawa hingga dewasa nanti. WHO menemukan hubungan konsumsi gula lebih tinggi, dengan peningkatan risiko berat badan berlebih dan kerusakan gigi pada anak.

Meski demikian, membatasi gula bukan berarti anak maupun orang dewasa harus menghilangkan seluruh makanan manis dari pola makan. Gula dalam buah utuh dan susu tidak termasuk gula bebas, sehingga perhatian utama adalah tambahan gula dalam makanan.

Kunci konsumsi gula adalah cukup dan tidak berlebihan dengan memilih air putih, buah utuh, serta makanan setiap hari. Dengan memperhatikan label kandungan gula dan membatasi minuman serta camilan manis, keluarga dapat menjaga pola makan lebih sehat. Sekaligus mengurangi risiko obesitas dan masalah gigi sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....