Makan Manis saat Sedih, Benarkah Bisa Membuat Bahagia?

  • 26 Agt 2026 19:35 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Saat merasa sedih, sebagian orang memilih makanan manis karena rasanya nikmat dan dianggap mampu memperbaiki suasana hati sementara. Namun, benarkah makanan manis benar-benar bisa membuat kita bahagia, atau rasa nyaman tersebut hanya berlangsung sementara?

Kajian ilmiah menunjukkan, bahwa konsumsi gula tidak otomatis membuat seseorang merasa lebih bahagia atau memperbaiki suasana hati. Melansir jurnal Neuroscience & Biobehavioral Reviews, ditemukan bukti terbatas mengenai efek gula terhadap suasana hati.

Penelitian tersebut menganalisis berbagai studi mengenai hubungan konsumsi makanan manis, dengan perubahan suasana hati pada manusia setelah makan. Hasilnya menunjukkan, konsumsi makanan manis tidak memberikan peningkatan suasana hati yang konsisten pada berbagai kondisi penelitian tersebut.

Perasaan nyaman setelah menikmati makanan manis kemungkinan dipengaruhi kenikmatan rasa, pengalaman sebelumnya, serta harapan seseorang terhadap makanan tersebut. Dengan demikian, rasa senang setelah makan makanan manis belum tentu menunjukkan adanya peningkatan suasana hati secara fisiologis.

Selain itu, penelitian mengenai konsumsi gula dan kesehatan mental menunjukkan hubungan antara asupan gula tinggi dengan kondisi psikologis. Meski demikian, hubungan tersebut belum membuktikan bahwa konsumsi gula secara langsung menyebabkan depresi atau gangguan kecemasan seseorang.

Karena itu, makanan manis sebaiknya tidak dijadikan cara utama untuk mengatasi kesedihan atau tekanan emosional dalam kehidupan. Mengandalkan makanan manis terlalu sering, juga dapat meningkatkan asupan gula dan menggeser pilihan makanan yang lebih bergizi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, merekomendasikan konsumsi gula bebas kurang dari sepuluh persen kebutuhan energi harian seseorang. WHO juga menyebut, pengurangan hingga lima persen dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan bagi tubuh secara keseluruhan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan setiap hari. Batas tersebut mencakup gula yang terdapat dalam makanan maupun minuman, termasuk produk olahan yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

Jadi, menikmati makanan manis sesekali tetap dapat dilakukan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan beragam. Namun, ketika kesedihan datang, cobalah melakukan aktivitas positif, beristirahat cukup, berolahraga, atau berbicara dengan orang terpercaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....