Mengapa Nafsu Makan Menurun saat akan Sakit?

  • 15 Apr 2026 17:22 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Mengapa nafsu makan seseorang sering menurun saat tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda akan sakit? Perlukah kondisi ini dikhawatirkan?

Penurunan nafsu makan sering menjadi tanda awal tubuh sedang mengalami gangguan kesehatan, sebelum gejala lain muncul lebih jelas. Dalam imunologi, kondisi ini merupakan bagian dari respons alami tubuh terhadap infeksi yang sedang berkembang.

Ketika patogen masuk, sistem imun segera aktif dan melepaskan berbagai sinyal kimia untuk melawan ancaman tersebut secara efektif. Proses ini, memicu perubahan fisiologis yang memengaruhi rasa lapar dan pola makan seseorang secara signifikan.

Melansir Cambridge University Press & Assessment, salah satu faktor utama, adalah pelepasan sitokin yang mengatur respons peradangan tubuh. Sitokin dapat memengaruhi pusat pengatur nafsu makan di otak, sehingga seseorang merasa kurang lapar dari biasanya.

Selain itu, tubuh mengalihkan energi untuk mendukung sistem imun dalam melawan infeksi yang sedang terjadi di dalam tubuh. Akibatnya, fungsi seperti pencernaan menjadi kurang diprioritaskan sehingga nafsu makan menurun secara alami.

Perubahan hormon, juga turut berperan dalam menurunkan keinginan makan ketika tubuh sedang tidak dalam kondisi sehat. Hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang dapat terganggu, sehingga sinyal lapar menjadi tidak sekuat biasanya.

Dalam beberapa kasus, kondisi seperti demam juga memperburuk penurunan nafsu makan yang dialami seseorang. Suhu tubuh yang meningkat, dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman sehingga keinginan untuk makan menjadi berkurang drastis.

Dalam PubMed Central, disebutkan kondisi psikologis seperti stres atau rasa tidak nyaman, memengaruhi pola makan seseorang saat sakit. Perasaan tidak enak badan, sering membuat seseorang kehilangan minat terhadap makanan yang biasanya disukai.

Secara keseluruhan, penurunan nafsu makan saat akan sakit merupakan mekanisme alami tubuh dalam menghadapi infeksi. Memahami hal ini, membantu seseorang lebih peka terhadap sinyal tubuh dan memberikan waktu istirahat yang cukup untuk pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....