Kapan Harus Ganti Sikat Gigi? Ini Penjelasannya
- 28 Apr 2026 15:17 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Menjaga kebersihan gigi tidak hanya bergantung cara menyikat yang benar, tetapi juga pada kondisi sikat gigi yang digunakan. Banyak orang sering mengabaikan kapan waktu penggantian sikat gigi, padahal ini berpengaruh besar terhadap kesehatan mulut.
Melansir Journal of Dental Hygiene, sikat gigi yang digunakan terlalu lama dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Bulu sikat yang sudah aus, juga tidak lagi efektif dalam membersihkan plak dan sisa makanan di sela gigi.
Para ahli kesehatan gigi, merekomendasikan untuk mengganti sikat gigi setiap tiga hingga empat bulan sekali. Rekomendasi ini didukung oleh American Dental Association, yang menyatakan sikat gigi perlu diganti secara rutin untuk menjaga efektivitasnya.
Selain berdasarkan waktu, kondisi fisik sikat gigi juga menjadi indikator penting untuk segera menggantinya. Jika bulu sikat terlihat mekar, bengkok, atau kasar, maka kemampuan membersihkannya sudah menurun secara signifikan.
Penelitian dalam International Journal of Dental Hygiene, menunjukkan bulu sikat yang rusak tidak mampu menjangkau area sempit. Hal ini dapat meningkatkan risiko penumpukan plak, yang berujung pada gigi berlubang dan penyakit gusi.
Penggantian sikat gigi, juga dianjurkan setelah seseorang sembuh dari sakit seperti flu atau infeksi mulut. Hal ini lantaran ikat gigi bisa menjadi media penyebaran kembali kuman, jika tetap digunakan setelah masa sakit berakhir.
Anak-anak bahkan disarankan untuk lebih sering mengganti sikat gigi, karena bulu sikat cenderung lebih cepat rusak. Selain itu, kebiasaan menyikat gigi yang belum sempurna, membuat sikat lebih cepat mengalami keausan.
Dengan mengganti sikat gigi secara rutin, kebersihan mulut dapat terjaga dengan lebih optimal. Langkah sederhana ini penting, untuk mencegah berbagai masalah gigi serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....