Mengapa Akun Digital Kita Sangat Rentan Diretas?
- 17 Mei 2026 11:30 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Melansir Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), kasus peretasan akun pribadi terus meningkat signifikan setiap tahunnya di Indonesia. Fenomena tersebut terjadi, karena banyak pengguna platform digital masih mengabaikan sistem keamanan dasar pada akun pribadi mereka.
Banyak masyarakat menggunakan kata sandi sederhana seperti tanggal lahir, agar lebih mudah diingat setiap saat oleh penggunanya. Padahal, kebiasaan tersebut menjadi celah utama yang sering dimanfaatkan peretas profesional, untuk membobol akun digital pribadi seseorang.
Kebiasaan mengklik tautan asing sembarangan di media sosial, juga memicu meningkatnya kasus serangan siber berbahaya saat ini. Modus phising sering menjebak korban, hingga tanpa sadar menyerahkan seluruh data rahasia kepada pelaku kejahatan digital tersebut.
Kelalaian mengaktifkan verifikasi dua langkah, membuat pertahanan akun digital menjadi lemah dan mudah ditembus peretas berbahaya kapanpun. Tanpa perlindungan tambahan tersebut, pelaku kejahatan siber dapat menguasai akses akun hanya dalam hitungan detik dengan mudah.
Penggunaan jaringan internet umum atau Wi-Fi publik tanpa proteksi tambahan, memiliki risiko pencurian data sangat besar digital. Penjahat dunia maya dapat mengintip lalu lintas informasi sensitif, ketika pengguna melakukan proses masuk akun melalui jaringan umum.
Jarang memperbarui sistem operasi perangkat, membuat celah keamanan lama tetap terbuka bagi penyusup digital berbahaya setiap saat. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan digital, agar seluruh informasi penting tetap aman terlindungi dari ancaman peretasan modern sekarang ini.
Melansir lintasarta.net, masyarakat perlu memperkuat sistem keamanan siber untuk melindungi data pribadi digital. Langkah penting dilakukan dengan menggunakan password kuat, mengaktifkan 2FA, memperbarui perangkat, serta rutin mencadangkan data penting.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....