Kebakaran Berulang, Yuli Rahman Minta Pemerintah Pikirkan Bantuan Jangka Panjang

  • 01 Sep 2026 14:38 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura Yuli Rahman meminta penanganan korban kebakaran yang terjadi di pemukiman warga di Kampung Nelayan, Mandala, Kota Jayapura segera dipercepat.

Penanganan dipercepat lantaran, jumlah warga yang terdampak cukup besar mencapai 3.200 jiwa, bahkan peristiwa kebakaran ini kedua kalinya terjadi dalam kurun waktu satu tahun.

Yuli Rahman saat mengunjungi lokasi kebakaran, Selasa (1/9/2026) meminta peristiwa ini harus menjadi perhatian serius terhadap kebutuhan korban.

Ia menyebutkan kebutuhan warga di lokasi pengungsian bukan hanya makanan, tetapi juga pakaian, popok, fasilitas sanitasi serta ketersediaan air bersih.

"Yang kita butuhkan saat ini bukan hanya makanan. Ada pakaian, popok, kemudian fasilitas kamar mandi supaya warga bisa mandi, dan air bersih untuk kebutuhan memasak," ujarnya.

Kata Yuli, penanganan korban terdampak ini harus dilakukan pendataan pada setiap tenda agar tidak terlalu padat, sehingga memberikan kenyamanan kepada korban pengungsian. Termasuk dalam penyediaan air bersih harus dipastikan tercukupi untuk dapur umum.

“Jangan sampai satu tenda itu di huni banyak orang, supaya pengungsi ini nyaman beraktifitas. Dan penyediaan air bersih dilokasi pengungsian harus dipastikan benar-benar terpenuhi untuk dapur umum maupun dikonsumsi,” kata Yuli kepada awak media.

Politisi Golkar ini juga mengusulkan agar data korban ditempel di masing-masing posko pengungsian untuk memudahkan masyarakat yang datang mencari atau memastikan keberadaan keluarganya.

"Kami juga minta data-data korban ditempel di setiap posko. Ini akan mempermudah keluarga maupun masyarakat yang datang untuk mengetahui siapa saja yang berada di tenda pengungsian," ujarnya.

Selain itu, ia menilai penanganan korban tidak hanya difokuskan pada kebutuhan, melainkan pemerintah harus memikirkan bantuan jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Ia mengakui, sejumlah warga menyampaikan keinginan agar pemerintah membantu menyediakan material bangunan untuk membangun kembali rumahnya secara mandiri.

Namun, pembangunan kembali rumah di kawasan tersebut harus memperhatikan aspek keselamatan, mengingat sebagian besar rumah berada di atas laut dan struktur tiang penyangganya ikut terdampak kebakaran.

"Warga tadi meminta mungkin diberikan kayu dan seng untuk membangun kembali rumah mereka. Tetapi ini harus dilihat lagi karena rumah mereka berada di atas laut. Tiang atau kaki rumah harus dibangun dari awal dan kita juga harus memastikan keselamatan mereka," jelasnya.

Di sisi lain, Yuli meminta PLN segera membantu kebutuhan listrik bagi warga selama berada di pengungsian. “Kami berharap PLN bisa memberikan sambungan listrik dan kabel-kabel ke setiap tenda. Mereka membutuhkan listrik untuk kipas angin dan mengisi telepon," katanya.

Sementara dampak dari peristiwa ini, ia menyarankan Dinas Sosial segera mengalokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan di dapur umum yang diberikan kepada para korban agar tetap memenuhi kebutuhan gizi.

“Kami minta pemerintah kota, dalam hal ini Dinas Sosial, segera mengajukan anggaran untuk bahan mentah atau bahan pokok makanan. Bukan hanya beras, tetapi juga ikan, ayam, telur dan kebutuhan lainnya untuk stok dapur umum," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah turun langsung melihat kondisi warga terdampak. Termasuk sejumlah organisasi perangkat daerah juga telah membuka layanan di lokasi pengungsian, posko kesehatan, logistik dan layanan administrasi kependudukan.

"Kami berterima kasih karena semua pemimpin daerah sudah datang melihat lokasi ini. Kami juga melihat ada posko kesehatan, Dukcapil dan semua komponen sudah hadir. Ini tentu sangat membantu masyarakat," katanya.

Yuli berharap musibah tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan seluruh pihak terkait agar pembangunan kembali permukiman warga nantinya disertai penataan jaringan listrik dan infrastruktur yang lebih aman dari berbagai bencana.

"Pengalaman dari musibah ini harus menjadi perhatian kita. Listrik dan tiang-tiangnya harus diperbaiki ketika masyarakat nanti membangun kembali rumah mereka," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....