DPR Papua Usul Tambah Jam Operasional SPBU dan Titik Pelayanan BBM

  • 31 Jul 2026 00:06 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua mengusulkan adanya penambahan jam operasional dan titik pelayanan agar dapat mengurai persoalan antrean kendaraan di sejumlah SPBU saat ini.

Usulan itu disampaikan Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Betaubun dan anggota saat rapat terbatas bersama Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku, Kamis (30/7/2026).

Kata Denny, antrean ini tidak ada masalah terhadap kelangkaan stok BBM, baik di terminal BBM maupun di SPBU yang dipastikan terkendali. “Masyarakat khususnya di wilayah Papua tidak perlu khawatir lagi, ketersediaan BBM terjamin. Antrean yang terjadi akhir-akhir ini bukan disebabkan oleh kelangkaan stok," kata Denny Bonai.

Lanjut Denny, pertemuan itu juga terungkap sejumlah usulan solusi untuk mengurai antrean panjang di SPBU. Di antaranya adalah pengawasan penyaluran BBM yang lebih diperketat serta opsi penambahan jam operasional SPBU.

“Itu tadi solusi-solusi karena bicara jam operasional ini bukan Pertamina saja yang mengambil keputusan itu. Pemilik SPBU, maupun pemerintah setempat. Tapi nanti dikaji kembali dengan Pertamina, antrean ini bukan karena kelangkaan karena BBM ketersediaan cukup,” jelasnya.

Sementara General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku Awan Raharjo mengapresiasi sinergi tersebut. Ia menyebut penumpukan antrean kendaraan di SPBU dipicu oleh migrasi konsumsi masyarakat dari tingginya harga BBM non-subsidi ke BBM subsidi.

"Data kami menunjukkan adanya kenaikan migrasi ke BBM subsidi sekitar 13 hingga 15 persen. Hal inilah yang memicu penumpukan antrean di beberapa titik SPBU,” jelas Awan.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Pertamina menyiapkan beberapa langkah konkret dalam waktu dekat, seperti mempercepat layanan BBM jenis solar pada SPBU Holtekamp dan Doyo.

“Penambahan titik pelayanan di jalur pintu keluar/masuk kota untuk melayani kendaraan besar atau truk dengan rute menuju Sarmi, Keerom, maupun Trans Papua, sehingga beban SPBU di pusat Kota Jayapura dapat terpecah. Termasuk menindaklanjuti usulan penambahan jam operasional SPBU,” ucap dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....