Yanni Tampung Sejumlah Catatan Evaluasi MBG di Jayapura
- 14 Jun 2026 01:18 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEPP Otsus) Papua, Yanni menampung evaluasi sejumlah sekolah di Jayapura sebagai penerima program strategis nasional Makan Bergizi Gratis.
Dalam kunjungan tersebut, Yanni menilai kualitas makanan dan ketepatan distribusi menjadi faktor penting dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, manfaat MBG semakin terasa, jika penyajian menu berstandar gizi, tepat waktu, dan diterima siswa dalam kondisi baik.
“Program ini sangat baik dan manfaatnya besar bagi anak-anak. Masukan dari sekolah penting untuk memastikan pelaksanaannya terus membaik,” kata Yanni, Selasa (9/6/2026).
| Baca juga: Presiden Perkuat Agenda Kemandirian Bangsa |
Menurutnya, berbagai perbedaan kondisi menjadi bahan penting untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan lebih luas dalam pelaksanaan MBG di Papua.
“Kami melihat manfaat program ini nyata. Anak-anak mendapatkan makanan bergizi setiap hari. Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti variasi menu, kualitas bahan makanan, kebersihan, dan kesinambungan distribusi. Itu yang akan kami dorong agar terus dibenahi,” kata Yanni.
Kepala Sekolah SD Negeri Inpres 2 APO, Dewi Hutagaul mengatakan adanya MBG membantu anak-anak memperoleh asupan makanan bergizi selama mengikuti kegiatan belajar.
Namun, masukan utama dari sekolah terhadap variasi menu yang disajikan masih sering didominasi telur dan ayam. “Hari ini telur, besok ayam, kemudian kembali lagi telur dan ayam. Kalau menunya lebih bervariasi tentu anak-anak lebih bersemangat,” ujarnya.
Selain itu, Dewi berharap pengawasan kualitas bahan makanan diperkuat lantaran, sekolah menemukan buah yang kualitasnya kurang baik saat diterima siswa.
“Program ini bagus. Kami hanya berharap kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak terus ditingkatkan,” katanya.
Ditambahkan Kepala SD Negeri Inpres 1 APO, Matilda Noya menilai kualitas layanan mengalami perkembangan dibanding masa awal pelaksanaan. Ia masih mencatat yang perlu menjadi perhatian, yakni kebersihan makanan dan ketepatan pendistribusian.
“Kami berharap kebersihan makanan semakin diperhatikan. Ketepatan waktu distribusi juga penting karena anak-anak memiliki jam belajar yang berbeda-beda. Kalau bisa penyedia makanan lebih dekat dengan sekolah,” ujarnya.
Usai berdialog dengan pihak sekolah, Yanni menyambangi SPPG Bhayangkara yang melayani 15 sekolah dengan total 3.439 siswa terkait penghentian distribusi.
Kepala SPPG Jayapura Bhayangkara, Abraham Daondi, menjelaskan penghentian sementara distribusi berkaitan dengan proses penyesuaian anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut Abraham, kondisi itu berdampak pada operasional dapur
“Sebelumnya kami masih menggunakan dana talangan. Saat ini kami menunggu proses penambahan anggaran selesai agar pelayanan dapat kembali berjalan normal,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....