Investor Cina Garap Pengembangan Perikanan dan Pertanian di Papua

  • 24 Mar 2026 04:21 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Investor Cina direncanakan menggarap pengembangan sektor perikanan dan pertanian di provinsi Papua. Langkah inisiatif itu disampaikan Mantan Duta Besar RI untuk Cili periode 2014-2019 usai berdiskusi dengan Gubernur Papua Matius Fakhiri, Selasa (10/3/2026).

Dia menyebutkan adanya investor asing untuk mengoptimalkan komoditas unggulan Papua melalui pengembangan infrastruktur pengolahan hasil laut modern maupun meningkatkan produktivitas pangan lokal.

“Saya bicara dengan Gubernur supaya bukan hanya melihat peluang, tetapi memberikan saya petunjuk bagaimana saya bisa membawa masuk investor untuk membangun di Papua, terutama di bidang perikanan dan pertanian,” kata Philemon melalui keterangan tertulisnya.

Ia mengungkapkan selama tiga tahun terakhir berupaya menjalin komunikasi dengan sejumlah investor luar negeri untuk membangun berbagai fasilitas di Papua, termasuk perkebunan, pabrik pengolahan pertanian, hingga pelabuhan perikanan.

Apalagi menurutnya, pengembangan dua sektor tersebut penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan dan petani yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.

“Papua ini punya potensi yang sangat besar di dua bidang ini. Potensi itu tidak bisa didiamkan, harus diupayakan, dikembangkan dan diolah supaya membawa manfaat bagi masyarakat Papua,” katanya.

Philemon mengungkapkan, investor yang saat ini sedang dijajaki berasal dari China dan tergabung dalam sebuah konsorsium yang bergerak di berbagai sektor usaha.

“Investor yang sekarang saya bangun jaringan adalah dari China untuk bergerak di bidang perikanan dan pertanian. Walaupun sebenarnya perusahaan-perusahaan dalam konsorsium itu juga bergerak di banyak bidang lain,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah pengembangan sektor perikanan dan pertanian. “Respon Pak Gubernur sangat positif, dan saya sangat berterima kasih untuk itu. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah yang memang ingin mendorong pembangunan ekonomi di Papua,” ujarnya.

Philemon menyebutkan pengembangan awal perikanan dipusatkan di Kota Jayapura. Namun, ia juga memiliki keinginan agar pengembangan pelabuhan perikanan dapat dilakukan di daerah lain, seperti Pulau Yapen.

Sementara itu, sektor pertanian, wilayah Kota Jayapura dinilai paling memungkinkan karena memiliki ketersediaan lahan yang cukup luas.

“Kalau untuk pertanian, lahan yang memenuhi syarat itu ada di Jayapura. Kalau ada permintaan sampai seribu hektare misalnya, itu hanya bisa ditemukan di wilayah Jayapura karena ini tanah besar,” ujarnya.

Meski demikian, Philemon belum dapat memastikan kapan rencana investasi tersebut akan direalisasikan karena masih bergantung pada proses negosiasi dengan pihak investor.

“Saya tidak menargetkan tahun ini harus berjalan, karena itu tergantung pembicaraan dan negosiasi saya dengan perusahaan-perusahaan itu. Tetapi tentu saya akan terus berkonsultasi dengan pemerintah daerah,” ucap dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....