Proses Hukum Berjalan, Denny Bonai Kantongi Oknum Pencemaran Nama Baik
- 03 Mar 2026 10:21 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Denny Bonai, menegaskan akan tetap menempuh jalur hukum terkait dugaan upaya menyerang pribadinya melalui penyebaran informasi palsu.
Meski secara pribadi telah memberikan maaf, Denny menyatakan proses hukum harus tetap berjalan sebagai pelajaran bagi semua pihak.
Dalam keterangannya, Senin (2/3/2026) Denny mengungkapkan pihaknya telah mengantongi identitas sejumlah oknum yang diduga terlibat dalam skenario pencemaran nama baiknya.
Politisi Golkar Papua ini menjelaskan informasi itu diduga kuat bermotif politik untuk menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat dan daerah pemilihan (dapil).
“Ada oknum di dalam yang memberikan data kepada dia. Jadi ada yang dari dalam, ada yang dari luar, semua nama-nama sudah kita tahu. Penasehat hukum sudah jalankan prosesnya, nanti kita tetap koordinasi,” ujar Denny Bonai.
Ia menambahkan bahwa risiko jabatan sebagai Ketua DPR memang kerap mengundang pro dan kontra, namun cara seperti itu menurutnya tidak sehat seperti penyebaran fitnah.
“Dia sudah bilang sendiri juga ada beberapa flayer yang disiapkan lagi mau viralkan, memang itu namanya orang iri hati. Saya berharap masyarakat tidak mudah percaya, karena merugikan saya dan keluarga moril dan materil,” jelasnya.
Menurut Bonai, tugas legislative sangat jelas baik legislasi, anggaran bahkan pengawasan. Termasuk meminta pertanggungjawaban laporan kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“DPR bukan anti kritik tapi harus berdasarkan kebenaran, bukan asumsi pribadi yang merugikan. Apalagi kita ini wakil rakyat yang memiliki amanah besar untuk masyarakat Papua,” ujar dia.
Denny berharap masyarakat Papua untuk tidak mudah terprovokasi terhadap informasi yang tidak benar adanya.
“Masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi seperti itu yang merugikan. Tetap persoalan ini saya serahkan sepenuhnya ke hukum daripada melakukan pertemuan langsung dengan oknum yang tidak bertanggungjawab itu,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....