Diplomasi Presiden Turunkan Tarif Perdagangan Jadi 19 Persen
- 23 Feb 2026 13:40 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Washington D.C., Amerika Serikat, membuahkan capaian konkret penurunan tarif perdagangan menjadi 19 persen.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya kepada awak media di Washington D.C., pada Jumat, 20 Februari 2026.
“Kemudian di situ juga dilaksanakan penandatanganan langsung perjanjian, yang mana saya mengingatkan lagi, jadi perjanjiannya memang 19 persen, menjadi 19 persen, dari sebelumnya tahun lalu itu 32 persen, menjadi 19 persen,” ujar Seskab Teddy.
Selain penurunan tarif, Seskab Teddy menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut juga memberikan fasilitas tarif 0 persen bagi 1.819 produk unggulan Indonesia, khususnya pada sektor pertanian dan industri strategis.
“Kemudian yang kedua, ada tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan, khususnya di bidang pertanian dan industri, kopi, kakao, minyak kelapa sawit, kemudian semi konduktor,” ucap Seskab Teddy.
Selain itu, Seskab Teddy juga menjelaskan bahwa pertemuan bilateral tersebut menjadi momen penting di tengah padatnya agenda inaugural Board of Peace yang dihadiri lebih dari 15 kepala negara dan kepala pemerintahan.
Dari seluruh pemimpin yang hadir, Presiden Prabowo menjadi satu-satunya kepala negara yang melaksanakan pertemuan bilateral secara langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Jadi Bapak Presiden melakukan bilateral dengan Presiden Donald Trump, jadi kemarin ada lebih dari 15 Kepala Negara dan Pemerintah,” ungkap Seskab Teddy.
Seskab Teddy juga menjelaskan bahwa usai penandatanganan perjanjian, kedua pemimpin negara melanjutkan pembahasan dalam pertemuan tertutup. Berbagai isu strategis dibahas dalam suasana yang konstruktif dan produktif.
“Dan kita tunggu, mungkin dalam waktu dekat, yang sekarang 19 persen, ya mungkin ke depan akan menjadi lebih baik lagi untuk Indonesia, kita tunggu saja,” jelas Seskab Teddy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....