Menag Sampaikan Empat Arah Pengembangan MTQ
- 20 Sep 2026 12:54 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan empat arah pengembangan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) agar tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Pertama, MTQ diarahkan menjadi ekosistem pembelajaran dan peradaban Al-Qur’an. Pembinaan qari-qariah, hafiz-hafizah, mufasir, penulis, dan kaligrafer diharapkan berlangsung secara terencana dan berkelanjutan.
Kedua, MTQ didorong semakin inklusif dengan memperluas pengembangan cabang bagi penyandang disabilitas, termasuk akses terhadap tenaga pengajar, metode pembelajaran, dan fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas.
"Begitu juga dengan metode pembelajaran, dan fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas," kata Menag, lewat rilis Kemenag.
Ketiga, generasi Qurani diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, dengan tetap menjaga integritas dan nilai moral.
| Baca juga: Menag: Zakat dan Wakaf Terus Tumbuh |
"Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas pendidikan, dakwah, dan akses pengetahuan, dengan tetap mewaspadai disinformasi, manipulasi, penyalahgunaan data, dan ujaran kebencian di ruang digital," tuturnya.
Keempat, MTQ diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menag menyebut penyelenggaraan MTQ menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, UMKM, dan industri kreatif.
Berdasarkan perhitungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BPS yang disampaikan dalam penutupan, perputaran ekonomi selama MTQ diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.
“Ini menunjukkan bahwa syiar Al-Qur’an berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Menag.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....