ALDP Minta Dialog Perdamaian di Papua Berlanjut ke Aksi Nyata

  • 19 Sep 2026 19:03 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP) mendorong dialog lintas elemen masyarakat tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dilanjutkan dengan kerja bersama untuk merespons persoalan kemanusiaan di Papua. Ketua ALDP, Latifah Anum Siregar, mengatakan berbagai persoalan di Papua memiliki kompleksitas sehingga membutuhkan keterlibatan pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, aktivis lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat sipil.

Hal itu disampaikan dalam Dialog Perdamaian bertema “Menakar Peran dan Respons Umat Beragama terhadap Dinamika Kemanusiaan di Tanah Papua” di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura, Kamis 17 September 2026.

“Forum-forum yang heterogen seperti ini sebenarnya jarang. Teman-teman LSM berjalan sendiri, tokoh-tokoh agama berjalan sendiri, pemerintah berjalan sendiri. Padahal, apa yang dikerjakan LSM dan tokoh agama merupakan bagian dari tanggung jawab bersama,” katanya.

Latifah juga menekankan pentingnya keberpihakan terhadap nilai kemanusiaan. Menurutnya, setiap elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga dan memperjuangkan nilai tersebut.

“Di mana ada nilai kemanusiaan, di situ ada kebenaran yang harus diperjuangkan. Kita semua harus memiliki tanggung jawab kemanusiaan yang sama,” ujarnya.

Ia berharap dialog yang telah dilakukan dapat dilanjutkan dengan langkah konkret dan kolaborasi antarpihak.

“Kita tidak mau menjadi intelektual exercise yang hanya melakukan diskusi, tetapi tidak membuat sesuatu yang konkret. Persoalan ini memang tidak mudah, tetapi ketika kita membuat sesuatu bersama-sama, insyaallah ada jalan keluar, walaupun sedikit demi sedikit,” katanya.

Sementara itu, Ketua MMP Ali Jibril Puarada mengajak masyarakat membangun kerukunan di tengah perbedaan keyakinan.

“Beragama adalah hal yang paling pribadi bagi setiap individu. Kita masing-masing memiliki keyakinan dan pandangan yang berbeda, tetapi kita harus memahami bahwa kita adalah saudara di tanah ini yang harus dapat hidup dalam kerukunan dan perdamaian,” ujarnya.

Dialog tersebut dihadiri Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Papua, Sarono, yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Papua. Kegiatan menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai persoalan kemanusiaan, kerukunan umat beragama, dan perdamaian di Tanah Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....