Waisak Sedunia 2026 Serukan Perdamaian dari Jakarta
- 31 Mei 2026 19:28 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Perayaan Waisak Sedunia 2570 BE Tahun 2026 yang digelar di Vihara Mahavira Graha Pusat, Jakarta, Sabtu 30 Mei 2026, menyerukan pesan perdamaian global, persatuan, dan penguatan kerukunan lintas bangsa. Acara yang diselenggarakan Sangha Mancanegara ini dihadiri para Bhikkhu dari berbagai negara, tokoh agama, serta ratusan umat Buddha.
Dilansir dari laman kemenag.go.id, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut kehadiran para Bhikkhu lintas negara menunjukkan bahwa nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan melampaui batas negara, budaya, maupun bahasa.
“Keberagaman bukanlah penghalang. Justru keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan kita sebagai satu keluarga besar umat manusia,” kata Menag.
Dalam kesempatan itu, para pimpinan Sangha Mancanegara menyerukan pentingnya mengembangkan kesadaran penuh atau mindfulness dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat praktik cinta kasih, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Mereka juga menekankan pentingnya memahami prinsip kesaling bergantungan antar manusia sebagai fondasi membangun dunia yang damai dan berkelanjutan.
Menag menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang terus menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia.
“Kita patut bersyukur karena semangat hidup rukun dan saling menghormati terus tumbuh di tengah masyarakat. Kerukunan yang terjaga merupakan hasil kerja bersama seluruh komponen bangsa, termasuk para tokoh agama dan umat beragama yang terus merawat dialog, toleransi, dan persaudaraan,” ujarnya.
Menag juga mengajak seluruh masyarakat terus memperkuat semangat persaudaraan.
“Semoga perayaan Waisak ini membawa berkah bagi seluruh umat Buddha dan bangsa Indonesia. Mari kita terus memperkuat semangat welas asih, persaudaraan, dan gotong royong demi mewujudkan kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera bagi semua,” kata Menag.
Perayaan kemudian ditutup dengan prosesi penyalaan Pelita Suci Trisuci Waisak oleh Menteri Agama bersama para pimpinan Sangha, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sebagai simbol cahaya kebijaksanaan, perdamaian, serta harapan bagi masa depan yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....