Guru dan Orang Tua Dinilai Berperan Bentuk Generasi Papua Damai
- 19 Sep 2026 18:00 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Sekolah, keluarga, dan tokoh agama dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda Papua yang toleran dan mampu menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Manius Wenda, mengatakan pembentukan karakter siswa dilakukan melalui pembelajaran dan keteladanan guru.
“Guru harus menjadi contoh, menjadi teladan bagi siswa-siswa itu sendiri,” kata Manis Wenda.
Menurut Manius, sekolah juga dapat membiasakan siswa menyelesaikan persoalan melalui dialog. Pendekatan tersebut dapat diterapkan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler, termasuk pembahasan mengenai toleransi dan konflik.
“Siswa dibiasakan untuk memecahkan masalah dengan dialog, tidak harus dengan kekerasan,” ujarnya.
Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua, Pdt. MPA Mauri, mengatakan keteladanan juga perlu ditunjukkan oleh orang tua dan tokoh agama.
Menurutnya, keteladanan dapat dibangun melalui tiga hal, yakni pola pikir, pola ucap, dan pola tindak.
“Dalam tiga pola ini, harus ditampilkan oleh tokoh-tokoh agama. Dan akhirnya, dari tokoh-tokoh itu turun ke umat,” katanya.
Pdt. Mauri juga memperkenalkan konsep “5 I” yang menurutnya dapat menjadi bekal bagi generasi muda, yakni iman, ilmu, integritas, inovasi, dan implementasi.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Papua Klemens Taran menekankan pentingnya fondasi moderasi beragama sejak pendidikan menengah.
Klemens mengatakan guru, orang tua, dan tokoh agama perlu memberikan keteladanan agar generasi muda memiliki dasar yang kuat dalam menghadapi keberagaman.
Ia berharap generasi Papua ke depan dapat mencintai daerahnya dan menjadikan Papua sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat.
“Papua generasi akan datang menjadi orang-orang yang mencintai negerinya, menjadikan Papua menjadi honai (rumah) bersama bagi setiap orang yang hidup dan menetap,” ucapnya.
Dialog “Papua 60 Menit” membahas penguatan moderasi beragama, pencegahan radikalisme dan kekerasan ekstrem, serta peran generasi muda dalam membangun budaya damai di Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....