Revitalisasi Madrasah Bikin Belajar Siswa MI Mambaul Ihsan Lebih Nyaman
- 19 Sep 2026 18:02 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah mulai dirasakan peserta didik Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mambaul Ihsan, Kabupaten Nabire, Papua. Perubahan tersebut terlihat dari kondisi ruang belajar dan lingkungan madrasah yang menjadi lebih nyaman. Tim Bidang Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua memantau pelaksanaan program di MI Mambaul Ihsan.
Kepala MI Mambaul Ihsan, Diah Ade Safitri, mengatakan revitalisasi mencakup enam ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, aula, perpustakaan, UKS, dan kantin.
Selain itu, madrasah mendapat fasilitas kamar mandi baru yang terdiri atas dua kamar mandi putra, dua kamar mandi putri, dan satu kamar mandi untuk guru.
“Dampak yang kami terima, ketika melaksanakan proses pembelajaran terasa nyaman. Biasanya kalau belajar, apalagi musim hujan, anak-anak suka bermain hujan-hujanan kemudian masuk ke ruang kelas dalam keadaan becek sehingga ruangan menjadi bau, sekarang dengan adanya lapangan yang sudah ditimbun, tidak ada becek lagi sehingga anak-anak belajar pun nyaman,” kata Diah.
Menurutnya, keberadaan fasilitas kamar mandi di lingkungan madrasah juga memudahkan peserta didik.
“Ketika mereka dalam proses belajar kebelet ke kamar mandi, tidak perlu jauh-jauh ke depan. Kami sudah mempunyai fasilitas kamar mandi sendiri,” ujarnya.
Diah menjelaskan, sebagian pekerjaan revitalisasi merupakan rehabilitasi bangunan yang sudah ada. Sejumlah bagian diperbaiki, termasuk lantai yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Pelaksanaan pekerjaan sempat terkendala ketersediaan tenaga tukang dan bahan bangunan. Kondisi tersebut membuat pengerjaan membutuhkan tambahan waktu.
Saat ini, MI Mambaul Ihsan memiliki sekitar 70 peserta didik. Sebanyak 11 siswa merupakan peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Meski sejumlah fasilitas telah diperbaiki, pihak madrasah masih memperhatikan beberapa kondisi di sekitar lingkungan sekolah, termasuk akses jembatan yang pernah menyebabkan peserta didik terjatuh atau terpeleset.
Area belakang madrasah yang masih berupa kawasan berhutan juga menjadi perhatian pihak sekolah, terutama saat peserta didik berada di luar ruang kelas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....