Kemenag Perkuat Deteksi Dini Konflik Keagamaan
- 24 Agt 2026 11:04 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Kementerian Agama memperkuat upaya pencegahan konflik sosial berdimensi keagamaan melalui pengembangan Early Warning System (EWS) atau Sistem Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan. Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag, Adib Abdusshomad, mengatakan sistem tersebut dikembangkan untuk menangkap potensi persoalan sedini mungkin, sehingga pemerintah dapat melakukan langkah pencegahan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
"PKUB terus memperkuat instrumen deteksi dan pencegahan dini. Salah satunya melalui pengembangan Early Warning System atau Sistem Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan," kata Adib, yang tertulis dalam Rilis Kemenag, Senin 24 Agustus 2026.
| Baca juga: Kemenag Papua Ingatkan Bijak Hadapi Era AI |
Adib menjelaskan, EWS memungkinkan pemerintah tidak hanya hadir setelah konflik terjadi, tetapi juga melakukan langkah preventif dan mitigatif terhadap berbagai potensi persoalan di masyarakat.
Menurutnya, penguatan sistem deteksi dini menjadi bagian dari upaya Kemenag dalam menjaga kualitas kerukunan umat beragama di Indonesia.
Ia menegaskan, masih adanya persoalan kerukunan tidak serta-merta membatalkan capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama atau IKUB 2025 yang mencapai 77,89.
Setiap peristiwa yang muncul tetap menjadi perhatian dan ditangani melalui koordinasi serta pemantauan bersama para pemangku kepentingan.
Adib berharap sistem deteksi dini tersebut dapat membantu pemerintah mengambil langkah lebih cepat dan tepat dalam mencegah potensi konflik sosial berdimensi keagamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....