IAMI Dibentuk, Imam Dunia Siapkan Kerjasama Global
- 30 Sep 2026 17:07 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura — International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 sepakat membentuk The International Assembly of Mosque Imams atau IAMI sebagai wadah permanen bagi para imam dan pemimpin agama di tingkat internasional.
Pembentukan IAMI merupakan respons atas masukan para imam, mufti, dan delegasi dari berbagai negara yang mengikuti IGIC 2026.
Dalam rilis Kemenag, disebutkan bahwa organisasi tersebut diarahkan menjadi platform kerja sama untuk memperkuat peran masjid dalam pendidikan, pemberdayaan masyarakat, solidaritas sosial, bimbingan moral, dan pembangunan perdamaian.
IAMI juga akan menjadi ruang bagi para imam untuk bertukar pengetahuan, membangun kerja sama, serta membahas berbagai persoalan yang dihadapi umat dan masyarakat global.
Sejumlah tantangan yang menjadi perhatian antara lain intoleransi beragama, fragmentasi sosial, persoalan lingkungan, isu kepemudaan, kemiskinan, misinformasi, krisis kemanusiaan, serta kebutuhan dialog antaragama.
IAMI memiliki lima pilar strategis, yakni keharmonisan masjid, kepemimpinan imam, diplomasi keagamaan, perdamaian global dan aksi kemanusiaan, serta masjid dan komunitas yang berkelanjutan.
| Baca juga: Menag Dorong Imam Jadi Duta Perdamaian Dunia |
Sekretariat permanen IAMI ditetapkan berada di Jakarta. Sementara kantor wilayah direncanakan berada di Kuala Lumpur untuk kawasan Asia, Kairo untuk Timur Tengah, Nairobi untuk Afrika, London untuk Eropa, New York untuk Amerika Utara, Rio de Janeiro untuk Amerika Selatan, serta Canberra untuk Australia dan Pasifik.
IAMI juga akan menggelar pertemuan virtual bulanan para imam besar dunia untuk membahas berbagai persoalan keumatan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, ke depan forum tersebut diharapkan dapat diperluas dengan melibatkan pemimpin rumah ibadah agama lain.
“Kita tidak akan berbicara politik praktis atau hal-hal yang mengganggu kenyamanan bersama, melainkan menyamakan wawasan bahwa kemanusiaan itu satu. Kita mencontoh Nabi Muhammad SAW yang semasa hidupnya mampu menjembatani semua perbedaan sehingga konflik hilang,” ujar Menag.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....