Ketua Dewan Hakim: Penilaian MHQ MTQ Papua Dijaga Objektif dan Transparan
- 16 Jul 2026 21:07 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Ketua Majelis Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ) MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua, H. Ayub Fachrudin, menegaskan proses penilaian peserta dilakukan secara objektif, transparan, dan bebas dari intervensi. Untuk menjaga kredibilitas hasil musabaqah, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) menerapkan mekanisme penilaian yang ketat sesuai pedoman resmi.
Dalam rilis Kemenag, Kamis 16 Juli 2026, Ayub menjelaskan, penilaian peserta mengacu pada tiga aspek utama, yakni tahfizh atau kelancaran hafalan, tajwid, dan fashahah. Untuk kategori 1 juz dan 5 juz ditambah penilaian lagu dan kualitas suara, sedangkan kategori 10 juz dan 20 juz hanya berfokus pada kekuatan hafalan serta ketepatan bacaan.
"Secara umum penilaian bertumpu pada tiga bidang utama, yaitu tahfizh, tajwid, dan fashahah. Khusus kategori 1 dan 5 juz juga ada penilaian seni lagu dan suara, sedangkan kategori 10 dan 20 juz murni berfokus pada kekuatan hafalan, tajwid, dan fashahah," ujarnya.
Ia mengatakan, objektivitas penilaian dijaga melalui pembagian tugas dewan hakim sesuai bidang masing-masing. Setiap hakim hanya menilai aspek yang menjadi kewenangannya sehingga hasil penilaian lebih fokus dan profesional.
Selain itu, proses penilaian telah memanfaatkan sistem digital yang membuat nilai yang dimasukkan setiap hakim langsung tersimpan dan tidak dapat diubah oleh pihak lain.
"Untuk menjamin penilaian yang adil, transparan, dan bebas dari intervensi, diterapkan beberapa mekanisme ketat. Dewan hakim dibagi sesuai bidang penilaian, kemudian menggunakan sistem aplikasi digital terintegrasi sehingga nilai yang diinput langsung terkunci. Seluruh dewan hakim juga terikat pakta integritas dan kode etik untuk bertindak jujur, objektif, serta melepaskan ego kedaerahan," ucap Ayub.
Menurutnya, penerapan sistem tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan peserta terbaik benar-benar terpilih berdasarkan kemampuan, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan MTQ.
Ayub menambahkan, dewan hakim tidak hanya menentukan juara, tetapi juga memberikan catatan evaluasi terhadap setiap peserta sebagai bahan pembinaan LPTQ Provinsi Papua dalam mempersiapkan wakil yang akan berlaga pada MTQ tingkat nasional.
"Catatan dari dewan hakim menjadi bahan pembinaan lanjutan sehingga peserta terbaik Papua dapat dipersiapkan lebih matang menghadapi MTQ tingkat nasional," kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....