LPTQ Papua Siapkan Training Center dan Pembinaan OAP menuju MTQ Nasional

  • 18 Jul 2026 02:54 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Papua berkomitmen memperkuat pembinaan peserta melalui program Training Center (TC) secara intensif dan berkelanjutan, sekaligus memperluas pembinaan bagi putra-putri Orang Asli Papua (OAP). Komitmen tersebut menjadi salah satu rekomendasi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ Provinsi Papua yang digelar di Aula Kantor Bupati Jayapura, Sentani, Jumat 17 Juli 2026.

Dalam rilis Kemenag, Plt. Ketua Umum LPTQ Provinsi Papua, H. Umar Ugar, mengatakan peningkatan prestasi Papua pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional harus didukung pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan.

"Rakerda ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ini adalah momentum strategis bagi kita untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan dan merumuskan langkah-langkah inovatif ke depan," ujarnya.

Melalui rekomendasi tersebut, LPTQ Papua akan tetap menyelenggarakan program Training Center bagi para juara MTQ tingkat provinsi. Pembinaan dilakukan secara intensif dengan menggandeng pondok pesantren dan lembaga pendidikan Al-Qur'an di Papua maupun luar Papua, serta melibatkan dewan hakim nasional, pelatih nasional, dan tenaga ahli sesuai bidang masing-masing.

Selain itu, Rakerda memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan dan regenerasi putra-putri Orang Asli Papua. LPTQ bersama LPTQ kabupaten dan kota berkomitmen memperluas kesempatan bagi OAP mengikuti pembinaan sejak usia dini melalui Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), rumah tahfiz, madrasah, sekolah, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi.

Program pembinaan tersebut juga akan didukung melalui pelatihan, pemusatan latihan, dan keikutsertaan dalam berbagai kompetisi secara berjenjang agar semakin banyak generasi Qur'ani Papua yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Rakerda juga mendorong alumni MTQ, qari, qariah, hafiz, hafizah, khattat, dan peserta berprestasi untuk menjadi pelatih di daerah masing-masing melalui program Training of Trainers (ToT), sehingga pembinaan dapat menjangkau lebih banyak daerah di Papua.

Menurut Umar, keberhasilan pembinaan Al-Qur'an tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari lahirnya generasi Qur'ani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi teladan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....