Ketua Majelis Pastikan Penilaian MTQ XXXI Papua Objektif dan Profesional
- 15 Jul 2026 15:59 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Ketua Majelis Tartil dan Tilawah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua, Anang Firdaus, memastikan seluruh proses penilaian peserta dilakukan secara objektif, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh dewan hakim telah melalui proses seleksi, pengambilan sumpah, serta pembekalan teknis sebelum melaksanakan tugas penjurian.
Hal tersebut disampaikan Anang Firdaus di sela-sela pelaksanaan cabang Musabaqah Tartil Al-Qur'an dan Tilawah Al-Qur'an di Arena Utama Kompleks Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu 15 Juli 2026.
Menurut Anang, objektivitas menjadi prinsip utama yang dijunjung seluruh dewan hakim dalam menentukan peserta terbaik pada setiap cabang musabaqah.
"Objektivitas Dewan Hakim dalam menilai sesuai dengan kompetensi dan bidang yang diamanahkan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam perekrutan dewan hakim, selain melihat kompetensi, juga diperhatikan rekam jejak masing-masing," kata Anang dalam rilis Kemenag.
Ia menjelaskan, sebelum menjalankan tugas seluruh dewan hakim telah mengucapkan sumpah jabatan serta mengikuti orientasi untuk menyamakan persepsi terhadap pedoman penilaian pada masing-masing bidang.
"Dewan Hakim telah diberikan sumpah dan orientasi. Masing-masing bidang juga melakukan koordinasi agar tidak terjadi perbedaan persepsi yang terlalu jauh karena memiliki ukuran dan standar penilaian yang sama," ujarnya.
Meski demikian, Anang mengakui perbedaan penilaian antar dewan hakim tetap mungkin terjadi, terutama dalam menafsirkan tingkat kesalahan peserta. Namun, seluruh perbedaan tersebut akan diselesaikan melalui mekanisme rapat majelis.
"Kalau terjadi perbedaan yang signifikan, masing-masing hakim memiliki catatan dan itu akan diselesaikan dalam rapat majelis. Forum itu menjadi tempat untuk menyamakan keputusan sehingga hasil penilaian tetap objektif," ucap Anang.
Anang menegaskan, sistem penilaian yang diterapkan pada MTQ XXXI Papua telah dirancang untuk menjaga integritas pelaksanaan musabaqah serta memastikan setiap peserta memperoleh penilaian yang adil sesuai kemampuan yang ditampilkan.
Ia berharap seluruh dewan hakim dapat terus menjaga profesionalisme dan amanah yang telah diberikan sehingga hasil MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua benar-benar melahirkan qari dan qariah terbaik yang layak mewakili Papua pada ajang MTQ tingkat nasional.
"Kami ingin seluruh proses penilaian berlangsung jujur, transparan, dan profesional sehingga peserta terbaik benar-benar lahir berdasarkan kemampuan yang dimiliki," kata Anang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....