Dirjen Bimas Katolik Kemenag Tinjau Pembangunan SMAKN Keerom

  • 30 Jun 2026 20:21 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Suparman, bersama Direktur Pendidikan Katolik Albertus Triyatmojo melakukan kunjungan kerja ke Papua untuk memantau pembangunan sarana pendidikan keagamaan, termasuk progres pembangunan asrama di Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Negeri Keerom.

Kunjungan tersebut diterima langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, bersama jajaran di Kantor Kemenag Papua.

Dalam agenda tersebut, Dirjen Bimas Katolik dijadwalkan meninjau pembangunan asrama putra, asrama putri, dan pagar sekolah yang dibiayai melalui alokasi anggaran Tahun 2025.

Suparman mengatakan kunjungan dilakukan untuk memastikan pelayanan pendidikan keagamaan di Papua berjalan optimal dan menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil.

“Papua adalah wilayah yang sangat indah dan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Saya sengaja datang bersama Direktur Pendidikan Katolik untuk bertemu dengan Pak Kakanwil dan berdiskusi mengenai langkah-langkah tepat dalam meningkatkan pelayanan kepada umat. Pelayanan yang dimaksud bukan hanya kepada umat Katolik, tetapi kepada seluruh umat beragama yang menjadi bagian dari tanggung jawab Kemenag,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi geografis Papua memerlukan pendekatan pelayanan yang berbeda serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan.

“Masyarakat Papua tersebar di berbagai wilayah yang jaraknya sangat jauh dan membutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit. Karena itu diperlukan perhatian khusus dari pemerintah, khususnya Kemenag, agar pelayanan kepada umat, gereja, lembaga pendidikan keagamaan, dan seluruh masyarakat dapat terus berjalan secara optimal,” katanya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, menjelaskan hasil peninjauan lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk memetakan kebutuhan penyelesaian pembangunan.

“Pak Dirjen ingin melihat progres pekerjaan secara tepat. Dengan demikian, apabila diperlukan usulan tambahan anggaran untuk penyelesaian pembangunan, maka kebutuhan riil di lapangan sudah dapat dipetakan secara akurat,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....