Aparat Keamanan Berhasil Mengevakuasi Korban Penembakan di Korowai
- 12 Feb 2026 14:21 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Aparat keamanan dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama TNI, berhasil menuntaskan evakuasi korban penembakan di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Kamis (12/2/2026).
Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen. Pol. Faizal Ramadhani mengatakan, sejak pukul 06.00 WIT, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dan TNI memasuki lokasi dan menguasai situasi di sekitar bandara. Fokus utama operasi adalah mengevakuasi dua awak pesawat perintis yang menjadi korban penembakan atas Capt. Egon Erawan dan Baskoro Adi Anggoro, yang terjadi sesaat setelah pesawat Smart Air PK-SNR mendarat di bandara tersebut pada Rabu (11/02/2026) sekitar pukul 11.00 WIT.
“Sejak pagi personel kami berhasil mengamankan area bandara dan mengevakuasi kedua korban ke Timika. Keselamatan masyarakat dan stabilitas wilayah menjadi prioritas utama kami,” kata Brigjen. Pol. Faizal Ramadhani.
Dijelaskan, kedua jenazah telah diterbankan ke Timika untuk proses identifikasi lebih lanjut, dan setelah dilakukan pemulasaran, jenazah akan diberangkatkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes. Pol. Yusuf Sutejo menjelaskan, selain memastikan proses evakuasi tuntas dilaksanakan, aparat keamanan gabungan juga melakukan upaya sterilisasi di sekitar bandara, termasuk memastikan keselamatan 13 penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut.
“13 penumpang dipastikan selamat, mereka adalah warga lokal yang sempat menyelamatkan diri, dan saat ini sudah berada di rumah masing masing,” jelas Kombes. Yusuf Sutejo.
Saat ini proses pengamanan di sekitar bandara masih terus dilakukan, dengan melibatkan personil TNI. Saat pasukan sudah menguasai bandara dan mengamankan pesawat yang masih terparkir di area apron bandara.
“Evakuasi korban sudah selesai. Saat ini fokus kami sterilisasi area agar situasi benar-benar kondusif, sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz diterjunkan dan diperkuat 12 personel Kopasgat TNI AU. Koordinasi lanjutan juga dilakukan dengan jajaran TNI AD, untuk dilakukan penguatan, mengingat Bandara Korowai Batu merupakan bandara perintis yang melayani penerbangan masyarakat di ke pedalaman Papua,” tutur Kombes. Pol. Yusuf Sutejo.
Pasca insiden ini, penerbangan rute Tanah Merah - Korowai Batu untuk sementara waktu dihentikan hingga situasi benar benar dinyatakan aman, dan aparat keamanan terus berupaya memastikan keamanan di sekitar lokasi, agar masyarakat, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, dapat kembali beraktivitas.
Selain itu, aparat juga masih melakukan identifikasi pelaku penyerangan dan penembakan, yang jelas, para pelaku adalah bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yahukimo, yang mengklaim sebagai Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah, yang dipimpin Elkius Kobak.
“Penyelidikan dan penegakan hukum berjalan secara terukur dan profesional. Aparat menegaskan negara hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga melindungi dan memulihkan rasa aman warga,” ungkap Kombes. Yusuf Sutejo.
Selain mengakibatkan dua orang kru pesawat meninggal dunia, aksi penyerangan terhadap pesawat di bandara Korowai Batu ini juga berdampak terhadap psikologis masyarakat setempat. Tercatat sekitar 39 orang dilaporkan mengungsi ke Distrik Senggo, mereka sebagian besar adalah warga non Papua yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan dan tenaga kependidikan.
Dampak psikologis turut dirasakan warga. Berdasarkan data sementara, 39 warga sempat mengungsi ke arah Senggo karena rasa takut. Aparat kini berupaya mensterilkan lokasi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....