Pergeseran Tren Musik Global di Era Digital 2026
- 10 Feb 2026 11:04 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Selera musik dunia pada pertengahan 2026 tak lagi bisa didefinisikan oleh satu genre tunggal. Perpaduan lintas budaya dan teknologi digital, melahirkan warna baru yang terus berkembang di industri musik global.
Laporan tren global dari IFPI dan Spotify, menunjukkan pola konsumsi pendengar musik yang kian eksploratif. Algoritma platform streaming, turut berperan mendorong lahirnya genre baru yang tumbuh secara organik melalui komunitas daring lintas negara.
Salah satu genre yang mencuri perhatian adalah PluggnB, perpaduan nuansa trap santai dengan melodi R&B era 1990-an. Popularitasnya meningkat, seiring maraknya penggunaan potongan lagu PluggnB pada platform video pendek oleh generasi muda.
Di Indonesia, istilah Timurnesia mulai diperkenalkan sebagai payung musik organik dari kawasan Indonesia Timur. Genre ini memadukan lagu-lagu pesta tradisional dengan sentuhan elektronik, modern yang kini semakin akrab di telinga pendengar nasional.
Ritme Afrika kian menguat di pasar global melalui perkembangan genre Amapiano, yang dikenal dengan karakter instrumen perkusi khas. Kolaborasi musisi Afrika dengan bintang pop dunia, semakin sering menghiasi tangga lagu internasional.
Sementara itu, gelombang nostalgia era 2000-an atau Y2K kembali hadir lewat kebangkitan Pop Punk dan Emo. Musisi muda mengeksplorasi kembali distorsi gitar dan lirik emosional, untuk membangun kedekatan dengan pendengar.
Di sisi lain, teknologi kecerdasan buatan mulai dimanfaatkan dalam proses aransemen musik. Pendengar, kini cenderung menyukai karya yang menawarkan pengalaman mendengar lebih sinematik dan memiliki narasi yang kuat.
Munculnya berbagai genre baru ini, menunjukkan bahwa pendengar masa kini tidak lagi terpaku pada satu label musik konvensional. Akses informasi yang semakin luas, membuat selera pasar lebih cair dan membuka peluang musisi untuk dikenal secara global.
Para pengamat memprediksi keberagaman suara akan terus berkembang, seiring meningkatnya penetrasi internet di berbagai wilayah. Kreativitas dan kemampuan beradaptasi, menjadi kunci utama bagi musisi untuk bertahan di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.