Menemukan Makna Lewat Kata Bersama Sastrawan Igir Alkatiri
- 07 Okt 2025 23:24 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Sastrawan Papua, Igir Alkatiri, menilai dunia sastra di Tanah Papua kini bergerak menuju kebangkitan baru. Dalam dialog pada Selasa (7/10/2025), ia berbagi pandangan tentang sastra dalam semangat menemukan makna lewat kata.
Menurut Igir, sastra Papua kini tengah bergerak ke arah yang lebih terbuka dan penuh keberanian. Banyak penulis muda mulai menulis dari pengalaman mereka sendiri, menghadirkan suara yang jujur tentang kehidupan sehari-hari.
“Sastra Papua sedang mencari bentuknya, dan itu hal yang indah,” ujarnya. Ia menilai kehadiran generasi penulis muda membawa warna baru dalam peta sastra Indonesia bagian timur.
| Baca juga: Dari Warung Kecil ke Baitullah |
Perkembangan teknologi, menurutnya, juga menjadi jembatan penting yang memudahkan karya sastra menjangkau pembaca yang lebih luas. Melalui media sosial dan platform digital, puisi hingga cerpen Papua kini bisa dikenal di luar daerah.
Namun, Igir mengingatkan agar semangat digitalisasi tidak menghapus nilai kejujuran dan kedalaman makna dalam karya sastra. “Menulis itu bukan sekadar tampil, tapi menyampaikan jiwa,” katanya menekankan pentingnya kepekaan dalam setiap tulisan.
Sebagai sastrawan, ia terus mengajak generasi muda Papua untuk belajar dari budaya dan kearifan lokal. Ia percaya, akar budaya yang kuat akan membuat karya sastra Papua lebih otentik dan bertahan menghadapi perubahan zaman.
Igir juga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan lembaga budaya, terhadap komunitas sastra yang berkembang. Dukungan itu dibutuhkan agar penulis Papua terus berkarya dan membangun literasi di tanahnya sendiri.
Menutup dialognya, Igir menatap mikrofon dengan senyum tenang, seolah menitip pesan untuk para pendengar muda. “Selama masih ada yang menulis, sastra Papua akan selalu hidup di setiap denyut waktu," ucapnya.
Ia menyampaikan pandangan itu dalam program Nongkrong Asik Bareng Komunitas di Pro 2 RRI Jayapura. Program yang hadir Senin hingga Jumat pukul 16.30–17.30 WIT ini, menjadi ruang santai berbagi gagasan seni dan literasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....