Pelayanan Pertamina Aviation Berjalan Normal untuk Pesawat Perintis

  • 10 Mar 2026 12:39 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Direktur Utama PT. Alda Trans Papua (Alda Air), Ledryk J. Lekenila, menilai pelayanan pengisian bahan bakar dari Pertamina Aviation terhadap pesawat-pesawat perintis di Papua hingga saat ini berjalan dengan baik dan normal.

Menurut Ledryk, sistem pengisian bahan bakar bagi operator penerbangan sebenarnya sudah diatur dengan mekanisme deposit. Setiap operator terlebih dahulu membeli bahan bakar dan memiliki deposit sebelum melakukan pengisian di bandara.

“BBM itu sudah diatur. Masing-masing operator sudah membeli dan memiliki deposit. Jadi bukan sistem berhutang, bukan pakai dulu baru bayar. Kalau deposit habis tentu Pertamina tidak bisa mengisi, karena itu memang aturan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari sisi pelayanan di lapangan, Pertamina Aviation tetap menjalankan pengisian bahan bakar secara normal bagi pesawat perintis selama operator masih memiliki saldo.

Namun demikian, faktor cuaca menjadi salah satu kendala utama dalam operasional penerbangan perintis di Papua, terutama saat proses pengisian bahan bakar.

Ledryk mengatakan, pengisian bahan bakar pada pesawat perintis memiliki prosedur keselamatan yang ketat. Pengisian biasanya dilakukan dari bagian atas pesawat sehingga harus sangat memperhatikan kondisi cuaca, terutama saat hujan atau terdapat potensi petir.

Direktur Utama PT. Alda Trans Papua (Alda Air), Ledryk J. Lekenila

“Kalau ada hujan atau kilat di sekitar bandara, pengisian tidak bisa dilakukan karena faktor keselamatan. Berbeda dengan pesawat besar yang pengisiannya dari bawah. Untuk pesawat perintis kita harus sangat hati-hati,” jelasnya.

Meski demikian, hingga saat ini ia memastikan tidak ada gangguan berarti terhadap pelayanan pengisian bahan bakar yang berdampak pada operasional penerbangan.

“Sampai hari ini tidak ada masalah yang mengganggu pelayanan. Jikapun ada keterlambatan biasanya karena faktor cuaca, bukan karena pelayanan Pertamina,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa tantangan lain yang sering dihadapi adalah keterbatasan fasilitas di bandara-bandara perintis, termasuk jumlah petugas dan sarana pendukung.

Untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang berubah-ubah, operator penerbangan biasanya melakukan pengisian bahan bakar dengan perhitungan yang matang agar pesawat tetap memiliki cadangan bahan bakar yang cukup.

“Kita biasanya mengatur jumlah bahan bakar untuk perjalanan pulang pergi atau memiliki cadangan, sehingga kalau cuaca tidak bagus pesawat bisa mengalihkan pendaratan ke bandara lain,” katanya.

Ledryk menegaskan bahwa selama operator memiliki saldo bahan bakar, Pertamina Aviation selalu memenuhi kebutuhan pengisian bagi pesawat perintis di Papua.

“Pertamina tetap melayani selama operator memiliki saldo. Jadi bukan tidak dilayani, tetapi memang ada aturan sistem deposit yang harus dipatuhi,” tutupnya.

Rekomendasi Berita