Ketegangan Global Picu Tekanan Ekonomi Dunia

  • 08 Mar 2026 07:44 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Ketegangan geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia mulai memberikan tekanan terhadap perekonomian global. Kondisi tersebut berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, meningkatnya inflasi, serta ketidakpastian di sektor perdagangan internasional.

International Monetary Fund, menyebut perekonomian global masih menghadapi tantangan akibat konflik geopolitik yang terjadi. Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi serta gangguan rantai pasok, juga memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

Dalam laporan resminya, IMF menyebut pertumbuhan ekonomi global tidak sekuat periode pandemi. Hal tersebut dipengaruhi ketegangan antarnegara, fluktuasi harga energi, serta inflasi tinggi di sejumlah negara.

World Bank melalui laporan Global Economic Prospects, menyoroti dampak ketidakpastian ekonomi terhadap negara berkembang. Negara berkembang dinilai paling rentan menghadapi tekanan ekonomi global, akibat berbagai ketidakpastian.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi investasi, aktivitas perdagangan, serta stabilitas ekonomi domestik di berbagai negara berkembang. Dampak ekonomi global, juga dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional jika tidak diantisipasi.

Organisation for Economic Co-operation and Development, menyoroti kebijakan moneter ketat yang diterapkan bank sentral dunia. Kebijakan suku bunga tinggi dilakukan untuk menekan inflasi yang masih terjadi di berbagai negara.

Namun, kebijakan tersebut juga berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global dalam jangka waktu tertentu. Karena itu, keseimbangan kebijakan ekonomi menjadi sangat penting bagi stabilitas ekonomi dunia.

Para ekonom menilai, pemerintah perlu memperkuat kebijakan ekonomi domestik menghadapi tekanan ekonomi global. Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas ekonomi, serta daya beli masyarakat tetap terjaga.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan sektor riil dan dukungan bagi usaha kecil menengah. Selain itu, pemerintah juga perlu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Meski menghadapi berbagai tantangan, peluang pemulihan ekonomi global tetap terbuka bagi banyak negara.

Pemulihan ekonomi dapat terjadi apabila stabilitas geopolitik membaik serta inflasi berhasil dikendalikan secara bertahap.

Rekomendasi Berita