Sering Datang Terlambat, Apakah Menunjukkan Kepribadian Tertentu?

  • 23 Agt 2026 19:21 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Apakah sering datang terlambat menunjukkan kepribadian seseorang? Melansir Journal of Research in Personality, ditemukan hubungan antara ketepatan waktu dan kepribadian seseorang, meski secara tidak langsung.

Studi tersebut melibatkan para mahasiswa yang mengisi kuesioner kepribadian, sebelum mengikuti eksperimen kelompok pada jadwal yang telah ditentukan. Penelitian menunjukkan keteraturan atau sikap tanggung jawab, berhubungan dengan waktu kedatangan, termasuk kecenderungan datang terlambat maupun lebih awal.

Orang dengan keteraturan tinggi umumnya lebih terorganisasi, disiplin, dan mampu mengatur kegiatan sehingga jadwal harian lebih mudah dipatuhi. Sebaliknya, keterlambatan berulang dapat mencerminkan kesulitan mengatur waktu, mengingat jadwal, atau memperkirakan durasi perjalanan.

Namun, terlambat tidak otomatis berarti seseorang memiliki kepribadian buruk, karena situasi dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi ketepatan waktu. Melansir The Journal of Social Psychology, ditemukan time urgency membedakan karyawan tepat waktu dan terlambat secara signifikan.

Artinya, cara seseorang memandang waktu, tuntutan pekerjaan, serta komitmen terhadap kegiatan dapat ikut menentukan kebiasaan datang tepat waktu. Selain kepribadian, jenis janji juga memengaruhi ketepatan waktu karena seseorang dapat memberikan tingkat kepentingan berbeda terhadap setiap pertemuan.

Penelitian mengenai punctuality dalam Personality and Individual Differences, menunjukkan ketepatan waktu dipengaruhi jenis janji serta tingkat kepentingannya masing-masing. Karena itu, kebiasaan terlambat sebaiknya tidak langsung digunakan untuk memberikan label kepribadian tertentu kepada seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Jika keterlambatan sering terjadi, evaluasi kebiasaan dapat membantu menemukan penyebab, seperti perencanaan kurang matang atau terlalu banyak aktivitas. Membuat jadwal realistis, menyiapkan kebutuhan lebih awal, dan memberikan waktu cadangan dapat membantu mengurangi risiko terlambat secara berulang.

Pada akhirnya, ketepatan waktu merupakan perilaku yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kepribadian, situasi, kebiasaan, dan cara mengelola waktu. Jadi, sering terlambat mungkin memberikan petunjuk tertentu tentang perilaku seseorang, tetapi tidak cukup untuk menentukan kepribadiannya secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....