Apakah Kelangkaan Selalu Menguntungkan Penjualan?

  • 31 Jul 2026 14:40 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Strategi kelangkaan produk, sering dianggap cara efektif meningkatkan penjualan melalui dorongan psikologis konsumen terhadap keterbatasan barang tersedia. Kesan produk terbatas, memicu pembelian impulsif karena konsumen khawatir kehilangan kesempatan memiliki barang yang diinginkan.

Melansir LPE Project, kelangkaan terjadi ketika permintaan melebihi penawaran pada harga awal yang telah ditetapkan oleh penjual. Dalam kondisi tersebut, penjual harus menentukan mekanisme pembelian agar distribusi barang berlangsung adil dan sesuai kapasitas persediaan tersedia.

Salah satu pendekatan menggunakan prinsip siapa cepat dia dapat, sehingga barang akan terjual habis dalam waktu relatif singkat. Pendekatan lainnya dilakukan menaikkan harga hingga jumlah permintaan seimbang, dengan pasokan yang tersedia di pasar secara bertahap.

Ketika harga pangan meningkat disertai kekurangan pasokan, konsumen sering melakukan pembelian karena khawatir persediaan segera habis. Situasi tersebut, mendorong penjatahan melalui kenaikan harga atau membiarkan barang habis terjual sesuai mekanisme pasar yang berlaku.

Strategi tersebut memanfaatkan fenomena fear of missing out, sehingga keputusan pembelian sering dilakukan lebih cepat tanpa pertimbangan matang. Akibatnya, banyak konsumen mengesampingkan kebutuhan utama karena terdorong keinginan memiliki produk yang terlihat lebih eksklusif terlebih dahulu.

Namun, strategi kelangkaan tidak selalu memberikan dampak positif apabila diterapkan secara berlebihan dan berlangsung terus-menerus dalam jangka panjang. Konsumen dapat merasa jenuh, karena menganggap perusahaan sengaja menciptakan keterbatasan demi meningkatkan penjualan dalam waktu singkat semata.

Melansir Sage, prinsip kelangkaan merupakan fenomena psikologis ketika seseorang memberikan nilai lebih tinggi terhadap sesuatu yang sulit diperoleh. Fenomena tersebut memengaruhi perilaku konsumen, sekaligus menjadi dasar berbagai strategi pemasaran dan pengelolaan rantai pasokan perusahaan.

Contohnya terjadi selama pandemi, ketika pembersih tangan dan tisu toilet mengalami kelangkaan akibat gangguan rantai pasokan global. Kondisi tersebut memicu pembelian berlebihan, karena banyak konsumen membeli barang melampaui kebutuhan sehari-hari akibat kekhawatiran kekurangan persediaan nantinya.

Kelangkaan juga dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan, serta menekan keuntungan apabila persediaan sulit diperoleh dalam jumlah mencukupi tersedia. Karena itu, pelaku usaha perlu menyeimbangkan eksklusivitas produk dengan kepuasan pelanggan demi menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....