Pergeseran Dunia Kerja Modern dalam Menilai Calon Karyawan
- 23 Mei 2026 19:53 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Dunia kerja modern, kini mengalami pergeseran paradigma yang sangat signifikan dalam menilai kualifikasi calon karyawan. Banyak perusahaan besar mulai menyadari bahwa ijazah akademis, bukan lagi satu-satunya jaminan kesuksesan seorang pekerja.
Melansir data dari LinkedIn Global Talent Trends, sebanyak 92 persen profesional perekrut kini lebih mengutamakan retensi karakter. Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi, dinilai jauh lebih krusial dibandingkan dengan deretan gelar teoretis yang tercantum di resume.
Kecerdasan emosional serta kemampuan berkomunikasi secara efektif, menjadi fondasi utama dalam membangun kolaborasi tim yang solid. Tanpa adanya aspek tersebut, gesekan internal akan sering terjadi dan bisa menghambat produktivitas kerja secara keseluruhan.
Keterampilan teknis memang bisa dipelajari dengan cepat. Tetapi membentuk karakter kerja yang positif, membutuhkan waktu lama.
| Baca juga: Rahasia dan Fakta Menarik DNA |
Melansir livingenglish.id, soft skills atau kemampuan non-teknis berkaitan dengan cara seseorang berinteraksi, berpikir, dan beradaptasi. Contohnya meliputi komunikasi yang efektif, kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, manajemen emosi, problem-solving, dan berpikir kritis.
Dalam banyak situasi nyata, soft skills menentukan seberapa jauh hard skills bisa dimanfaatkan. Dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar, tapi orang yang bisa bekerja sama.
Seseorang bisa memiliki pengetahuan, nilai akademik tinggi dan gelar yang luar biasa. Tetapi tanpa kemampuan komunikasi yang baik, ide tersebut sulit disampaikan dengan efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....