Makna dan Sejarah Tradisi Pengguntingan Pita

  • 26 Jul 2026 18:46 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Melansir mastt.com, prosesi pengguntingan pita lazim dilakukan saat peresmian gedung, kantor, maupun tempat usaha sebagai simbol resmi. Tradisi tersebut melambangkan berakhirnya pembangunan, rasa syukur, serta dimulainya harapan baru menuju masa depan yang lebih baik bersama.

Prosesi diawali dengan pita yang direntangkan di pintu masuk utama, sebelum digunting bersama di hadapan seluruh tamu undangan. Gunting berukuran besar yang dihiasi pita, memperkuat kesan seremonial sekaligus menjadi daya tarik utama dalam prosesi peresmian.

Warna pita yang digunakan dalam prosesi peresmian, ternyata memiliki makna simbolis berbeda sesuai nilai yang ingin disampaikan penyelenggara. Merah melambangkan keberanian, emas kejayaan, putih kemurnian, biru kepercayaan, sedangkan hijau mencerminkan pertumbuhan serta kepedulian lingkungan.

Melansir The Mining Journal, tradisi pengguntingan pita berakar dari ritual pernikahan masyarakat Eropa pada masa lampau. Pengantin pria di Prancis memotong pita sebagai simbol menembus rintangan, sebelum memasuki lokasi upacara pernikahan di gereja.

Penerapan pengguntingan pita dalam dunia bisnis, pertama kali tercatat secara resmi di Louisiana pada tahun 1898 silam. Prosesi dilaksanakan untuk memperingati selesainya pembangunan jalur kereta api, yang dianggap sangat penting bagi masyarakat ketika itu.

Di Italia, prosesi pengguntingan pita dilakukan keluarga mempelai wanita di depan rumah pasangan yang baru menikah. Tradisi tersebut melambangkan pemberian restu serta penghapusan berbagai rintangan, yang diharapkan tidak mengganggu kehidupan rumah tangga mereka kelak.

Memasuki dekade 1950-an, prosesi peresmian berkembang menjadi acara besar yang menarik perhatian media massa. Gunting berukuran besar, mulai digunakan agar momen bersejarah tersebut terlihat lebih menarik saat diabadikan para fotografer profesional.

Kini pengguntingan pita bukan sekadar seremoni, melainkan strategi pemasaran yang efektif bagi dunia usaha dan pelayanan publik modern. Prosesi tersebut menandai dibukanya akses fasilitas baru, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam suasana penuh sukacita dan harapan bersama.

Prosesi pengguntingan pita umumnya dilakukan pemimpin atau pejabat tertinggi, sebagai simbol kepercayaan serta tanggung jawab kepada masyarakat luas. Kehadiran tokoh penting diharapkan memperkuat citra, meningkatkan kepercayaan publik, serta memberikan nilai lebih bagi penyelenggaraan kegiatan peresmian tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....