Fenomena Clickbait Media Sosial dan Dampaknya bagi Audiens

  • 23 Mei 2026 19:45 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Melansir glints.com.id/, jika Anda aktif di media sosial, pasti sadar bahwa clickbait sering berseliweran di timeline media sosial. Tujuannya, murni memancing rasa penasaran audiens untuk mengklik tautan.

Taktik pembuatan judul atau gambar yang sensasional, dilebih-lebihkan, dan terkadang menyesatkan. Judul artikel yang bombastis seringkali memutarbalikkan fakta demi mengejar jumlah klik pembaca secara instan.

Seorang jurnalis harus menghindari kata-kata yang memancing emosi seperti mengejutkan, tidak disangka dan bikin menangis. Jangan menggantung informasi dengan judul yang seringkali tidak sesuai dengan isi berita alias hiperbolis.

Bersumber dari Dewan Pers Indonesia dan Panduan Kode Etik Jurnalistik, menyebutkan jurnalisme harus menulis dengan sehat. Yakni harus mengutamakan akurasi data, serta penghormatan mendalam terhadap seluruh narasumber.

Fenomena clickbait yang tidak terkontrol, dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap integritas media massa nasional. Ketika kredibilitas runtuh, narasumber akan merasa enggan untuk membagikan informasi berharga kepada publik.

Media berkewajiban menyajikan informasi objektif, tanpa harus mengorbankan nama baik pihak yang diwawancarai. Reputasi narasumber yang terjaga dengan baik, merupakan aset jangka panjang bagi keberlangsungan industri pers.

Penerapan kode etik jurnalistik secara konsisten, menjadi kunci utama dalam menangkal godaan konten sensasional. Editor memegang kendali penuh, untuk memastikan bahwa setiap judul mencerminkan isi berita yang sebenarnya.

Hubungan saling percaya antara jurnalis dan narasumber, akan melahirkan produk jurnalistik yang berkualitas tinggi. Informasi yang disajikan secara jujur, senantiasa mendapat apresiasi lebih tinggi dari masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....