Peace Sign: Fenomena Kini dan Fakta Kelam Sejarahnya
- 21 Agt 2026 09:03 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Melansir Fadami Indozone, gaya foto dua jari atau pose V menjadi salah satu gaya populer di seluruh dunia. Kepopulerannya merambah berbagai kalangan, mulai anak muda hingga orang dewasa, karena praktis, kasual, sekaligus berkesan ceria dan akrab.
Pose ini sangat populer di Asia dan menjadi pilihan ketika bingung menentukan gaya saat berada di depan kamera. Jari ditempatkan dekat pipi atau mata, menghadap kamera dengan santai, kemudian dilengkapi senyum mengembang agar penampilan tidak kaku.
Pose dua jari biasanya dilakukan bersama teman, pasangan, maupun seorang diri, terutama ketika mengabadikan momen melalui swafoto bersama. Gerakan sederhana tersebut, membuat seseorang terlihat lebih santai, sehingga digunakan dalam berbagai kesempatan fotografi sehari-hari maupun acara tertentu.
Awalnya, pose dua jari melambangkan kemenangan dan perdamaian yang kemudian dikenal luas oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Namun, maknanya kini bergeser menjadi simbol keceriaan, keramahan, dan gaya santai dalam berbagai momen fotografi modern masa kini.
Melansir National Geographic, simbol dua jari memiliki sejarah panjang terkait perseteruan Inggris dan Prancis pada masa lampau. Konon, pemanah Inggris menggunakan simbol tersebut sebagai lelucon mengejek tentara Prancis dan memancing kemarahan mereka ketika berperang.
Bagi sebagian masyarakat Prancis, dua jari yang diarahkan pernah dianggap sebagai penghinaan berat dalam konteks sejarah tersebut. Pada 1945, Winston Churchill menggunakan tanda V di depan publik sebagai simbol kemenangan setelah Perang Dunia Kedua berakhir.
Seiring berjalannya waktu, makna historis pose tersebut semakin bergeser, terutama setelah budaya populer Asia Timur turut memengaruhi perkembangannya. Jepang memiliki pengaruh besar dalam memopulerkan pose tersebut, kemudian tren ini menyebar luas melalui berbagai platform media sosial.
Namun, pose dua jari juga memiliki risiko keamanan yang perlu diperhatikan ketika seseorang membagikan foto melalui internet. Peneliti National Institute of Informatics Jepang, memperingatkan bahwa gambar sidik jari berpotensi disalin dan disalahgunakan pihak tertentu.
Profesor Isao Echizen, menjelaskan sidik jari dapat berisiko terekspos ketika seseorang menunjukkan kedua jarinya terlalu dekat kamera. Meski demikian, pose dua jari tetap populer karena berkesan santai, ramah, menarik, dan membuat foto tampak tidak kaku.
Pose tersebut masih sering digunakan dalam acara formal maupunnonformal, karena mudah dilakukan dan membantu meningkatkan kepercayaan diri. Fenomena ini diperkirakan bertahan dalam budaya fotografi modern, meskipun berbagai variasi pose baru terus bermunculan seiring perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....