Indonesia Dinilai Punya Kendali Strategis Jalur Perdagangan Dunia

  • 17 Apr 2026 11:42 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Pelopor teknologi blockchain, Nick Szabo, menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam mengendalikan jalur perdagangan global. Khususnya melalui wilayah perairannya yang luas dan vital.

Melansir unggahannya di platform X, Selasa (14/04), Szabo menyebut Indonesia memiliki 'kartu as' dalam konteks geopolitik modern. Ia menekankan bahwa kendali strategis di abad ke-21 tidak hanya bergantung pada kekuatan angkatan laut. Tetapi juga geografis garis pantai panjang, serta wilayah yang berada dalam jangkauan teknologi militer seperti rudal dan drone.

“Indonesia memegang kendali paling besar di sini (laut). Meskipun mereka mungkin baru mulai menyadarinya,” tulis Nick Szabo.

Secara geografis, Indonesia memang berada di jalur perdagangan internasional yang sangat vital. Salah satu titik kunci, adalah Selat Malaka yang menjadi jalur utama bagi kapal-kapal logistik dunia. Selain itu, terdapat pula sejumlah jalur strategis lainnya seperti Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar.

Keberadaan jalur-jalur tersebut menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam arus distribusi barang global. Kondisi ini dinilai serupa dengan peran Iran yang menguasai Selat Hormuz, salah satu jalur energi krusial di dunia.

Dengan potensi tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat peran strategisnya dalam peta perdagangan dan keamanan global. Namun, para pengamat menilai diperlukan kebijakan tepat mengoptimalkan keunggulan geografis tersebut, agar memberikan manfaat maksimal bagi kepentingan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....