Hal-Hal Tersembunyi di Balik Persiapan Menyambut Hari Raya Nyepi
- 18 Mar 2026 09:03 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Menjelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu tidak hanya mempersiapkan diri secara fisik, tetapi juga secara spiritual. Banyak persiapan yang dilakukan, ternyata jarang diketahui masyarakat luas karena berlangsung dalam lingkup adat dan keagamaan yang kental.
Melansir informasi dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, salah satu tahapan penting adalah upacara Melasti. Dalam prosesi ini, umat Hindu membawa pratima atau simbol-simbol suci ke laut atau sumber air untuk disucikan.
Selain itu, terdapat ritual Tawur Kesanga yang digelar sehari sebelum Nyepi. Upacara ini bertujuan untuk menyeimbangkan alam semesta. Yakni memberikan persembahan kepada unsur-unsur Bhuta Kala, agar tercipta keharmonisan.
Hal paling menarik dan sering mencuri perhatian, adalah pawai ogoh-ogoh pada malam pengerupukan. Patung raksasa ini melambangkan sifat buruk manusia yang diarak dan dibakar sebagai simbol pengendalian diri dari hal-hal negatif.
Namun, persiapan tidak berhenti pada ritual saja karena masyarakat juga melakukan berbagai penyesuaian aktivitas. Bandara, jalan raya, hingga siaran televisi di Bali akan dihentikan selama Nyepi sebagai bagian pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
Di balik semua persiapan tersebut, Nyepi mengajarkan makna mendalam tentang introspeksi diri dan keseimbangan hidup. Tradisi ini menjadi pengingat, keheningan dapat menjadi cara menemukan kedamaian dan memperbaiki hubungan dengan diri sendiri maupun lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....