BKKBN Papua Dorong Penguatan Tamasia untuk Pengasuhan Anak di Masa Keemasan
- 30 Sep 2026 13:14 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua terus mendorong penguatan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasia) sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Kepala BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar , mengatakan sosialisasi mengenai berbagai program yang berorientasi pada penguatan keluarga terus dilakukan kepada masyarakat di Papua.
Menurutnya, Tamasia memiliki konsep yang mirip dengan tempat penitipan anak (TPA), namun dengan pola pengelolaan dan tata kelola yang lebih diarahkan pada peningkatan kualitas pengasuhan serta stimulasi tumbuh kembang anak.
"Tamasia itu adalah singkatan dari Taman Asuh Sayang Anak. Memang identik dengan tempat penitipan anak, tetapi pola pengelolaannya mengalami peningkatan dan tata kelolanya juga berubah untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak."kata Sarles Brabar, SE., M.Si., pada program dialog interaktif RRI Jayapura, Selasa, ( 29 September 2026).
Sarles menjelaskan, Tamasia diarahkan tidak hanya menjadi tempat menitipkan anak ketika orang tua bekerja, tetapi juga menjadi lingkungan pengasuhan yang mempersiapkan anak sebelum memasuki pendidikan anak usia dini (PAUD).
Melalui pengasuhan yang terarah, anak diharapkan mendapatkan stimulasi motorik dan kognitif sehingga memiliki kemampuan dasar untuk berkembang secara mandiri.
BKKBN Papua, kata Sarles, juga akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas, maupun keluarga yang memiliki keinginan untuk mendirikan tempat pengasuhan anak.
Ia menilai keberadaan Tamasia penting karena masa usia dini merupakan periode emas dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, kualitas pengasuhan perlu mendapat perhatian serius.
Selain memberikan stimulasi tumbuh kembang, pengelola Tamasia nantinya diharapkan memiliki kompetensi yang memadai. Para kader atau pengasuh akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi pengasuhan agar mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak di tempat penitipan atau pengasuhan.
"Kita ingin Tamasia menjadi tempat pengasuhan yang aman, nyaman dan penuh kasih sayang. Masa keemasan anak harus kita manfaatkan dengan memberikan stimulasi motorik dan kognitif, sehingga mereka benar-benar menjadi generasi harapan."pungksnya
Sarles berharap pengembangan Tamasia dapat dilakukan di berbagai wilayah Papua, baik melalui pemerintah daerah maupun komunitas dan keluarga, sehingga semakin banyak anak memperoleh layanan pengasuhan yang berkualitas.
Ia menegaskan, anak merupakan investasi keluarga sekaligus bagian penting dari masa depan Papua. Karena itu, penguatan pengasuhan sejak usia dini perlu menjadi perhatian bersama.
"Mari kita kembangkan Tamasia di wilayah Papua atau wilayah kita masing-masing, karena anak-anak adalah investasi keluarga dan masa depan Papua," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....