UNICEF Menggelar Workshop Dokumentasi Model MBG Terintegrasi di Jayapura

  • 30 Jul 2026 12:19 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura: Upaya memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan di Papua. Salah satunya melalui Workshop Persiapan Pengumpulan Data Dokumentasi Program Pemodelan MBG Terintegrasi di Jayapura, yang berlangsung selama tiga hari, 29–31 Juli 2026, di salah satu hotel di Kota Jayapura.

Kegiatan yang diinisiasi UNICEF Papua melalui Yayasan Gapai Harapan Papua dan didukung China International Development Cooperation Agency (CIDCA) ini menjadi langkah awal untuk mendokumentasikan berbagai pengalaman selama penerapan model MBG terintegrasi di Kota Jayapura. Dokumentasi tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi untuk memperkuat pelaksanaan program di masa mendatang.

Technical Advisor Universitas Brawijaya, Nia Novita Wirawan menjelaskan, workshop ini mempertemukan tim Regional Center of Excellence (COE) Universitas Cenderawasih, UNICEF, serta para calon fasilitator yang akan melakukan focus group discussion (FGD) dan in-depth interview di lapangan.

"Kami bersama-sama menyepakati metode dan protokol yang akan digunakan dalam proses pendokumentasian model MBG terintegrasi yang telah dijalankan di Jayapura," kata Nia Novita Wirawan, Kamis (30/07/2026).

Menurutnya, proses dokumentasi tidak hanya bertujuan merekam pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menggali praktik-praktik baik, tantangan, hingga pembelajaran yang diperoleh selama implementasi program sejak 2025.

Nia Novita Wirawan, Technical Advisor Universitas Brawijaya (Foto: Arull)

"Hasil dokumentasi ini nantinya menjadi dasar berbasis bukti (evidence-based) untuk menyusun rekomendasi dalam memperkuat program MBG terintegrasi ke depan," ujarnya.

Ia menjelaskan, model MBG yang diterapkan di Jayapura tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik. Program ini juga diintegrasikan dengan penguatan sistem kesehatan, seperti edukasi gizi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pendekatan WASH (Water, Sanitation and Hygiene), peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, hingga penguatan sistem pelaporan.

Melalui proses dokumentasi tersebut, tim ingin mengetahui sejauh mana model integrasi itu berjalan, termasuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi maupun praktik baik yang dapat dijadikan pembelajaran untuk pengembangan program di daerah lain.

Sementara itu, Stefanie, perwakilan Yayasan Gapai Harapan Papua menambahkan, kegiatan pendokumentasian dilakukan setelah berbagai intervensi pendampingan UNICEF dilaksanakan di sekolah, Posyandu, dan Puskesmas di Jayapura.

"Masukan langsung dari lapangan sangat penting untuk membantu penyusunan panduan MBG yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di Jayapura," kata Stefani.

Ia menambahkan, seluruh hasil pengumpulan data akan diolah bersama tim Regional COE Universitas Cenderawasih dan UNICEF sebagai bahan penyusunan panduan pelaksanaan Program MBG yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Workshop ini diikuti oleh tim Regional Center of Excellence Universitas Cenderawasih serta akademisi dari Poltekkes Kemenkes Jayapura yang akan terlibat dalam proses pengumpulan dan analisis data di lapangan.

Dengan adanya pendokumentasian ini, diharapkan pengalaman Jayapura dalam menerapkan model MBG terintegrasi tidak hanya menjadi catatan keberhasilan, tetapi juga menjadi referensi bagi pengembangan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....