Wakil Kepala BGN dan Wamendagri Tinjau Penanganan Pasien Keracunan MBG di RSUP

  • 07 Agt 2026 16:18 WIB
  •  Jayapura

KBRN, Jayapura: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen. TNI (Purn.) Trenggono, bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meninjau penanganan pasien dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirawat di RSUP Jayapura, Jumat (7/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal sekaligus memantau perkembangan kondisi para pasien.

Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional (PKLO) RSUP Jayapura, dr. Antonius Oktavian Ibo Ilambra mengatakan, RSUP bergerak cepat menyiapkan pelayanan setelah menerima informasi adanya rujukan pasien dari Kabupaten Jayapura.

Menurutnya, sejak awal RSUP Jayapura telah berkoordinasi dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan guna memastikan kesiapan layanan bagi para pasien. Dari total 22 pasien yang dirujuk, satu pasien dewasa telah diperbolehkan pulang, sedangkan 21 pasien anak menjalani perawatan di RSUP Jayapura.

"Kami berkomunikasi langsung dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan serta mempersiapkan pelayanan bagi pasien yang dirujuk. Dari total pasien yang datang, sebanyak 21 pasien anak menjalani rawat inap di RSUP Jayapura," ujar dr. Antonius.

Ia menjelaskan, kondisi pasien secara umum terus menunjukkan perkembangan yang baik. Delapan pasien dipulangkan pada Jumat (7/8), sementara beberapa pasien lainnya juga dijadwalkan pulang setelah hasil observasi menunjukkan kondisi yang stabil.

"Hari ini delapan pasien dipulangkan dan beberapa pasien lainnya juga akan dipulangkan karena kondisinya sudah sehat. Kami berharap seluruh pasien yang masih menjalani observasi dapat segera kembali ke rumah apabila kondisinya tetap stabil," katanya.

dr. Antonius mengungkapkan, gejala yang dialami pasien umumnya berupa diare dan muntah dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. Berdasarkan hasil triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD), seluruh pasien berada pada kategori hijau dan kuning, tanpa ditemukan pasien dalam kondisi gawat atau kategori merah.

Terkait penyebab kejadian, ia menegaskan bahwa fokus RSUP Jayapura adalah memberikan pelayanan medis kepada pasien. Sementara pemeriksaan sampel makanan dilakukan oleh instansi yang berwenang, termasuk Balai POM.

"Fokus kami adalah memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Untuk pemeriksaan sampel makanan dilakukan oleh instansi yang berwenang, termasuk Balai POM, dan kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Mayjen. TNI (Purn.) Trenggono mengatakan kondisi pasien terus membaik. Ia menjelaskan, pasien yang masih menjalani perawatan bukan karena dampak dugaan keracunan yang semakin berat, melainkan masih dalam observasi karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti malaria.

"Dokter menyampaikan bahwa pasien sebenarnya sudah sembuh dari keluhan yang dialami. Namun, beberapa masih menjalani observasi karena memiliki penyakit komorbid sehingga perlu dipastikan seluruh kondisi kesehatannya pulih sebelum dipulangkan," kata Trenggono.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Pengawasan dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus ditingkatkan agar pelaksanaan program berjalan lebih baik.

"Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, perbaikan tata kelola dan pengawasan akan terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan, serta sinergi berbagai pihak dalam menangani kejadian tersebut.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Jayapura yang dengan cepat membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan. Kami juga mengapresiasi kerja sama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, TNI, Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang bergerak cepat sehingga penanganan dapat dilakukan secara optimal," kata Ribka.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil peninjauan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, sebagian besar pasien telah pulih dan kembali ke rumah. Hal tersebut menunjukkan koordinasi lintas sektor berjalan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hingga Jumat (7/8/2026), sebanyak 21 pasien anak berusia 2 hingga 15 tahun masih tercatat menjalani perawatan di RSUP Jayapura akibat dugaan keracunan pangan. Sebagian di antaranya telah dipulangkan setelah kondisi kesehatannya membaik, sementara pasien lainnya masih menjalani observasi hingga dinyatakan pulih sepenuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....