Dari Gudang ke Generasi Muda, Bulog Papua Bangun Literasi Ketahanan Pangan

  • 17 Mei 2026 09:42 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura ~ Di tengah kesibukan dalam memastikan ketersediaan, stok dan juga penyaluran pangan yang merata di tengah masyarakat dengan berbagai tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks di Papua, Perum Bulog Kanwil Papua terus berupaya mendekatkan diri kepada generasi muda, sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi dan pengetahuan terhadap ketahanan pangan di Papua.

Sejalan dengan peringatan hari jadi Bulog yang ke 59 tahun di bulan Mei 2026 ini, Bulog Kanwil Papua, menghadirkan langkah edukatif melalui kunjungan literasi siswa-siswi SMA Kristen Kalam Kudus Jayapura ke Gudang Bulog. Pada kesempatan itu, sebanyak 24 orang siswa-siswi kelas X dari SMA Kristen Kalam Kudus Jayapura mengikuti kegiatan edukasi di Gudang Bulog Kanwil Papua, Kota Jayapura.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, para siswa diajak melihat secara langsung bagaimana Bulog bekerja dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Mulai dari proses penyimpanan stok, pengelolaan logistik, hingga distribusi kebutuhan pangan, yang kesemuanya diperkenalkan secara terbuka kepada para pelajar.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari menyambut positif antusiasme para siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kunjungan edukasi seperti ini penting dilakukan, agar generasi muda di Papua bisa mengenal Bulog lebih dekat, dan memahami peran strategisnya dalam menjaga ketahanan dan stabilitas stok pangan di tengah masyarakat.

Dijelaskan, selama ini masih banyak masyarakat yang hanya mengenal Bulog sebagai tempat penyimpanan beras, padahal Bulog memiliki peran yang jauh lebih luas dalam pengelolaan pangan nasional.

“Selama ini masih banyak yang mengenal Bulog, apa tugasnya, bagaimana cara kerjanya, bahkan visi dan misi Bulog itu sendiri. Dengan kehadiran anak-anak dari SMA Kalam Kudus ini, nantinya mereka bisa mengenal, melihat dan mengetahui Bulog lebih dekat,” tutur Ahmad Mustari, Jumat (15/05/2026).

Para siswa melihat langsung ketersediaan dan stok beras di gudang Bulog Papua (Foto: Arull)

Menurut Ahmad Mustari, antusiasme para siswa terlihat sejak pertama kali memasuki area gudang. Mereka tampak penasaran melihat aktivitas di dalam gudang serta berbagai komoditas pangan yang tersimpan di sana.

Tidak hanya beras, para siswa juga diperlihatkan stok minyak goreng, gula, hingga berbagai jenis kemasan pangan lainnya. Hal ini juga menjadi bukti keterbukaan informasi, sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai ketahanan pangan. Dengan melihat langsung kondisi gudang dan stok pangan yang tersedia, masyarakat, terutama generasi muda, diharapkan semakin percaya bahwa Bulog benar-benar hadir dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Jangan sampai masyarakat berpikir Bulog hanya cerita saja soal stok pangan. Dengan datang langsung, mereka bisa melihat sendiri bahwa stok di gudang memang tersedia dan terjaga,” kata Ahmad Mustari.

Terkait dengan itu, Ahmad Mustari menegaskan komitmen Bulog Kanwil Papua, yang akan terus membuka ruang edukasi bagi sekolah maupun masyarakat yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai tugas dan fungsi Bulog, sebagai lembaga yang diberikan kepercayaan dalam mengelola, dan mendistribusikan pangan hingga pelosok Tanah Papua.

“Kami siap kapan saja apabila ada sekolah atau masyarakat yang ingin datang untuk mengenal Bulog lebih dekat,” tambahnya.

Kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru bagi para siswa dari SMA Kristen Kalam Kudus Jayapura. Salah satunya dirasakan oleh Angelin Manibor atau yang akrab disapa Angel. Siswi kelas X itu mengaku senang bisa mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang Bulog dan sistem pengelolaan dan distribusi pangan yang belum pernah ia lihat secara langsung.

Ia juga mengaku terkesan melihat keterlibatan Orang Asli Papua yang bekerja di lingkungan Bulog, dan hal ini menunjukkan bahwa Bulog turut membuka peluang kerja bagi masyarakat di Papua, untuk menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan Pangan.

Para siswa melihat kondisi beras yang ada di gudang Bulog Papua (Foto: Arull)

“Saya berterima kasih karena sudah memberikan informasi yang dapat kami ketahui tentang gudang Bulog ini. Saya juga melihat ada Orang Asli Papua yang bekerja di sini. Saya berharap Bulog bisa terus membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat Papua dan membantu masyarakat dengan setulus hati,” ujar Angelin Manibor.

Kekaguman yang sama juga di ungkapkan Leon Delinger Kumubuyenembe, yang juga membagikan kesannya usai mengikuti rangkaian kunjungan edukatif di gudang Bulog Papua. Leon mengaku sangat antusias setelah melihat secara langsung bagaimana beras disimpan, diperiksa kualitasnya, hingga disalurkan kepada masyarakat.

Bagi Leon, pengalamannya ini menjadi hal baru yang bisa membuka wawasan tentang peran penting Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan. Ia mengaku sebelumnya hanya mengenal Bulog sebatas nama, tanpa mengetahui proses besar yang berlangsung di balik distribusi bahan pangan kepada masyarakat.

Dengan penuh semangat, Leon merangkum seluruh pengalamannya dalam tiga kata sederhana namun penuh makna.

“Bulog keren,” tegas Leon.

Meski terdengar sederhana, ungkapan itu menggambarkan kekaguman seorang pelajar terhadap peran Bulog yang selama ini bekerja memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat. Selain menjadi media pembelajaran diluar kelas, kunjungan ke gudang Bulog ini juga menumbuhkan kesadaran bagi generasi muda tentang pentingnya ketahanan pangan bagi masa depan Papua.

Sementara itu, guru pendamping dari SMA Kristen Kalam Kudus Jayapura, Ridho Tumbelaka menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi para siswa. Menurutnya, kunjungan langsung ke gudang Bulog bisa memberikan pengalaman belajar yang tidak didapatkan di ruang kelas.

Dijelaskan, selama ini banyak siswa maupun masyarakat yang hanya mengetahui Bulog sebagai lembaga penyedia beras. Namun setelah mengikuti kegiatan tersebut, para siswa menjadi memahami bahwa Bulog juga mengelola berbagai komoditas pangan lainnya serta memiliki sistem distribusi yang penting bagi masyarakat.

Di akhir kunjungan, para siswa mendapat arahan dari staf Bulog Papua mengenai kapasitas, dan kondisi terkini stok pangan yang ada di gudang Bulog Papua (Foto: Arull)

“Hari ini kami mendapatkan banyak informasi dan materi yang sebelumnya belum diketahui siswa. Ternyata Bulog bukan hanya tentang beras, tetapi juga berbagai logistik pangan lainnya dan bagaimana proses penyalurannya,” kata Ridho Tumbelaka.

Melalui kunjungan ini, para siswa tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang ketahanan pangan, tetapi juga memahami pentingnya peran lembaga negara dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.

Di usia ke-59 tahun, Bulog terus menunjukkan komitmennya tidak hanya sebagai pengelola logistik pangan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya pangan bagi masa depan bangsa. Melalui pendekatan edukatif dan keterbukaan kepada masyarakat, Bulog ingin memastikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi kepedulian bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda di Papua, sesuai dengan tema hari jadi Bulog ke 59, “Mengawal Pangan, Menjaga Masa Depan”.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....