Pangdam: Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih di Papua Mencapai 91%
- 17 Mei 2026 11:00 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura ~ Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen. TNI. Febriel Buyung Sikumbang, menghadiri peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual dari Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program nasional pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan melalui semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih digagas sebagai langkah strategis untuk memperkuat perekonomian desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen. TNI. Febriel Buyung Sikumbang ditemui usai kegiatan tersebut mengatakan, di Papua nantinya akan hadir 21 unit koperasi Merah Putih yang saat ini pembangunannya sudah mencapai 91 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juni atau Juli 2026.

“Kita sekarang ada 21 titik yang dalam proses pembangunan. Memang kita belum ikut diresmikan karena kemarin start-nya agak lambat. Namun yang kita lihat progresnya sudah hampir 91 persen. Kita harapkan akhir Juni atau bulan Juli ini selesai,” kata Pangdam XVII/Cenderawasih.
Dijelaskan Pangdam, pembangunan 21 unit koperasi tersebut tersebar di empat wilayah, yakni Jayapura, Wamena, Timika, dan Nabire. Selain itu, terdapat tambahan tiga unit koperasi di Biak yang telah masuk dalam portal perencanaan anggaran pemerintah.
“Jadi yang masuk dalam perencanaan adalah 45 unit, dan yang sudah berjalan pembangunnya ada 21 unit, sisanya akan mulai dikerjakan setelah ada anggaran berikutnya,” jelas Pangdam.
Meski demikian, Pangdam mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam proses pembangunan, terutama terkait penyediaan lahan, sebab dalam pelaksanaanya lahan dan lokasi pembangunan koperasi Merah Putih sepenuhnya disiapkan oleh masyarakat dan pemerintah desa, sementara TNI hanya menyiapkan anggaran untuk pembangunan dan konstruksi gedung koperasi.
“Jadi anggaran yang ada murni untuk konstruksi, tidak ada untuk pembebasan lahan,” tegas Mayjen. TNI. Febriel Sikumbang.
Lanjut Pangdam, selain pembangunan fisik, proses rekrutmen pengurus koperasi juga telah mulai dilakukan. Pangdam mengatakan setiap koperasi nantinya akan diisi sekitar 15 orang pengurus yang direkrut melalui pendaftaran secara online.
“Nanti dilakukan seleksi di Kodam dan Lantamal. Walaupun bangunannya belum selesai, proses rekrutmen sudah berjalan sehingga saat koperasi dibuka, personelnya sudah siap,” ujar Pangdam.
Adapun syarat bagi calon pengurus koperasi yakni berusia maksimal 35 tahun dan minimal berpendidikan Strata 1.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....