Usulan Kampung Nelayan Papua Mengerucut, Masuk Tahap Desain
- 17 Apr 2026 11:12 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Usulan kampung nelayan Merah Putih di Papua mulai mengerucut setelah melalui tahapan verifikasi. Proses ini menjadi bagian dari seleksi program nasional yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2026.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Iman Djuniawal menyebut, dari data awal sekitar 121 kampung yang diusulkan, jumlah tersebut berkurang menjadi 90 proposal. “Setelah survei awal, tersisa kurang lebih 86 kampung nelayan yang dinilai siap untuk masuk tahap berikutnya,” katanya, Jumat, 17 April 2026.
Ia mengatakan, saat ini usulan tersebut telah masuk tahap detail engineering design (DED) oleh tim pusat. “Tim dari pusat sudah mulai turun melihat lokasi dan memetakan model pembangunan yang akan diterapkan,” ujar Iman.
Papua sendiri mendapat alokasi 200 kuota kampung nelayan Merah Putih pada 2026 setelah sebelumnya tidak memperoleh jatah pada 2025. Kuota tersebut diperebutkan bersama provinsi lain di Tanah Papua melalui mekanisme usulan daerah dan seleksi pusat.
Di sisi lain, konsep kampung nelayan yang dikembangkan secara nasional mengacu pada model yang sudah ada di Papua. Kawasan nelayan modern di Samber Binyeri, Biak, menjadi rujukan pengembangan di berbagai wilayah.
“Modelnya mengacu pada kampung nelayan modern di Samber Binyeri Biak dan itu menjadi role model secara nasional,” ucap dia.
Pemerintah daerah masih mendorong penambahan usulan dari kabupaten dan kota untuk memperbesar peluang lolos seleksi. Penilaian akhir akan ditentukan pemerintah pusat berdasarkan kesiapan lahan, dukungan masyarakat, dan kelengkapan infrastruktur.
“Lebih baik usulan lebih banyak, nanti pusat yang menilai mana yang paling siap,” kata Iman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....