Pertamina Dorong Pangan Lokal Cegah Stunting

  • 27 Feb 2026 10:34 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Integrated Terminal (IT) Jayapura melaksanakan pelatihan pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi dalam Program CSR Posyandu Berdaya Imbi. Kegiatan ini berlangsung di Pantai Base-G, Jayapura, sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting. Pelatihan ini menghadirkan Charles Toto, aktivis pangan lokal yang dikenal sebagai Papua Jungle Chef. Kegiatan difokuskan pada penanganan stunting akibat kekurangan gizi, dengan pendekatan inovasi berbasis bahan pangan lokal.

"Kami ingin mengubah persepsi bahwa makanan bergizi itu harus mahal atau sulit dicari. Dengan kreativitas, bahan yang ada di depan rumah seperti sayur lilin dan keladi bisa menjadi hidangan kelas dunia yang disukai anak-anak," kata Charles.

Dalam sesi demonstrasi, Charles mengolah bahan lokal menjadi sajian modern ramah anak, salah satunya Sushi Keladi. Melalui pelatihan ini, para kader posyandu dibekali keterampilan yang akan diteruskan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak usia sekolah 5–9 tahun, remaja, dan lansia. “Keladi tumbuk digunakan sebagai pengganti nasi, sumber karbohidrat indeks glikemik rendah. Lalu, daun gedhi digunakan sebagai pengganti nori yang kaya antioksidan dan baik untuk pencernaan. Terakhir, sayur lilin, alpukat dan aneka ikan digunakan sebagai isian atau sumber protein, lemak sehat dan serat. Bahannya sehari-hari banyak tersedia,” ujarnya.

Kader Posyandu Cenderawasih, Heni Purwati, mengaku selama ini kerap mengalami kesulitan mengolah ikan karena aroma amis yang sulit dihilangkan sehingga kurang diminati anak-anak. “Jujur saja, selama ini kita sering pusing kalau masak ikan karena sudah diolah macam-macam tetap saja masih ada bau amis, anak-anak jadi kurang tertarik. Tapi tadi waktu demo masak, kita lihat sendiri ternyata bisa bikin olahan yang tidak amis sama sekali, dan anak-anak langsung suka,” ucap Heni.

Sementara itu, IT Manager Jayapura, James W. Muabuay, menegaskan program tersebut tidak sekadar pelatihan memasak, tetapi juga upaya pelestarian budaya kuliner Papua melalui inovasi pangan tanpa mengorbankan cita rasa dan tampilan yang digemari anak-anak.

"Kehadiran sosok seperti Papua Jungle Chef, Charles Toto diharapkan mampu menginspirasi para ibu dan kader posyandu untuk semakin berdaya dan kreatif dalam mengolah pangan lokal. Dengan memaksimalkan kekayaan alam Papua. Kami meyakini pemenuhan gizi yang berkualitas merupakan fondasi kokoh dalam membangun generasi masa depan Jayapura yang sehat, cerdas, dan unggul," ucap James.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....