Cetak Sawah di Papua Mulai Berjalan, Pemprov Minta Petani Lokal Jadi Pelaku Utama

  • 02 Jun 2026 12:59 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua memastikan pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2026 melibatkan masyarakat adat dan petani lokal sebagai pelaku utama pengembangan pertanian di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja dan Komitmen Pelaksana Konstruksi Program Cetak Sawah Rakyat di Jayapura, Senin, 1 Juni 2026.

Fakhiri mengatakan program cetak sawah merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Papua. Karena itu, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan hak-hak masyarakat adat dan kondisi sosial budaya setempat.

“Keterlibatan dan keberpihakan terhadap masyarakat asli Papua sangat penting. Kami ingin program ini menjadi sesuatu yang baik bagi Tanah Papua dan nantinya bisa menjadi tempat belajar bagi daerah lain,” katanya.

Menurut Fakhiri, program tersebut telah disosialisasikan kepada masyarakat di sejumlah daerah sejak awal tahun. Tahap pelaksanaan kini mulai berjalan setelah kontrak pekerjaan ditandatangani dan persiapan lapangan diselesaikan.

“Hari ini titik dimulainya. Proyek pekerjaan itu akan memulai. Ini bagi kami di Provinsi Papua bahwa apa yang disampaikan Bapak Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian benar-benar sedang dilakukan,” ujarnya.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, mengatakan pemerintah menargetkan lahan sawah yang dibangun dapat langsung dimanfaatkan dan dikelola petani untuk meningkatkan produksi pangan.

“Hari ini kita sepakat sudah membuat satu komitmen untuk memastikan bahwa pekerjaan cetak sawah itu betul-betul kita lakukan dengan baik, berkualitas dan betul-betul kita harapkan nanti hasil dari cetak sawah itu bisa dimanfaatkan, bisa ditanam, bisa dipanen oleh petani,” kata Hermanto.

Ia menegaskan masyarakat setempat, termasuk petani dan kelompok tani, harus terlibat langsung dalam pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan oleh warga sekitar.

“Kami juga melakukan penegasan bagaimana di dalam pelaksanaan cetak sawah ini melibatkan masyarakat wilayah, termasuk petani dan kelompok tani untuk berada di depan dalam pelaksanaan program ini,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua juga meminta pemerintah kabupaten hingga kampung terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memanfaatkan peluang di sektor pertanian yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....