Wiwitan, Tradisi Memulai Panen yang Sarat Nilai Moral

  • 01 Mar 2025 23:50 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Tradisi wiwitan di Jawa sudah berlangsung turun temurun secara patrimonial dari berbagai generasi. Tradisi ini mengandung nilai moral yang sangat berguna bagi generasi milenial saat ini, baik secara individu maupun sosial.

Secara individu, tradisi ini memiliki nilai moral tanggung jawab dalam dalam menjaga keselarasan alam. Patuh dalam mengikuti beberapa tahapan norma yang sudah disepakati, serta melatih kesabaran dalam pengolahan nafas spiritual atau batin.

Adapun nilai-nilai moral dari perspektif sosial dalam tradisi wiwitan dapat menjadikan nilai kebaikan dan pesan-pesan moral bagi banyak komunitas.

Aspek nilai toleransi dan kebersamaan.

Ketika pelaksanaan tradisi wiwitan dihidupkan, masyarakat desa yang mempunyai hajat wajib mengundang tetangga atau saudara yang berkeyakinan lain. Guna bersantap bersama atau sekadar bersilaturahmi sebagai wujud rasa hormat kepada orang yang berlainan adat atau kepercayaannya.

Nilai gotong royong.

Dalam setiap kegiatan di desa, gotong royong sudah merupakan bagian dari kehidupan kultural masyarakat. Ketika berlangsung perhelatan desa, baik yang religius atau fisik, semua bahu-membahu, tolong menolong satu sama lain.

Dengan slogan bahwa seberat apapun jenis pekerjaan, apabila dikerjakan dalam semangat kebersamaan dan rasa ikhlas, maka pekerjaan akan terasa mudah.

Nilai spiritual.

Melaksanakan tradisi wiwitan mulai dari proses awal, perlengkapan yang dibutuhkan, dan berbagai hal yang terkait dengan teknis maupun non teknis, membutuhkan kekhusukan. Mereka menjalani dengan sepenuh hati, selalu mengedepankan aspek-aspek spiritual, seperti doa bersama, menjalankan kegiatan dengan mengerahkan semua energi positif yang dimiliki agar perhelatan terselenggara sesuai rencana.

Berdasarkan ekplanasi uraian di atas dapat ditarik suatu tautan benang merah, bahwa sampai saat ini, nilai-nilai kearifan lokal masih eksis. Walaupun harus tetap bertahan dan harus bersanding dengan kondisi kultural kemajuan sain dan teknologi.

Kiranya semua pihak perlu memberikan perhatian dan apresiasi pada nilai-nilai kearifan lokal tersebut. Karena di tengah gegap gempitanya sistem digitalisasi, nilai-nilai kearifan lokal yang merupakan bagian dari desain besar kebudayaan tersebut masih dapat memberikan daya hidup di lingkungannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....