Kabut Asap Masih Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Thaha
- 06 Okt 2026 10:25 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Senin 5 Oktober 2026.Sejumlah penerbangan mengalami penundaan keberangkatan maupun pendaratan akibat jarak pandang yang berubah-ubah.
General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, mengatakan kondisi jarak pandang di bandara mengalami fluktuasi sepanjang hari sehingga turut memengaruhi operasional penerbangan.

Berdasarkan pemantauan, jarak pandang pada pukul 06.00 WIB tercatat 750 meter, kemudian meningkat menjadi 900 meter pada pukul 06.30 WIB dan 1.100 meter pada pukul 07.00 WIB. Namun, jarak pandang kembali turun menjadi 800 meter pada pukul 07.30 WIB dan 600 meter pada pukul 08.00 WIB.
Kondisi tersebut kemudian kembali berubah. Jarak pandang tercatat 1.000 meter pada pukul 08.30 WIB, 900 meter pada pukul 09.00 WIB, dan 800 meter pada pukul 09.30 WIB.
Dua penerbangan keberangkatan yang menggunakan pesawat ex-RON (Remain Over Night) atau pesawat yang menginap di Bandara Sultan Thaha tetap dapat diberangkatkan pada pagi hari. Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) berangkat pukul 06.01 WIB saat jarak pandang 750 meter, sementara Batik Air ID 6879 tujuan Kualanamu-Medan (KNO) berangkat pukul 08.00 WIB ketika jarak pandang tercatat 600 meter.
Hingga pukul 09.00 WIB, sejumlah penerbangan lainnya terdampak kabut asap. Untuk penerbangan kedatangan, Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep (SIQ), Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK), Batik Air ID 6804 dari Jakarta (CGK), serta Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta (CGK) berstatus delayed.
Sementara untuk penerbangan keberangkatan, Susi Air SI 7223 tujuan Kerinci (KRC), Citilink QG 961 tujuan Jakarta (CGK), Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta (CGK), dan Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta (CGK) juga mengalami penundaan.
Seiring perubahan kondisi cuaca, operasional penerbangan kembali mengalami perkembangan pada siang hingga sore hari. Citilink QG 960 dari Jakarta yang sebelumnya mengalami penundaan akhirnya dialihkan (diverted) ke Palembang (PLM).
Selain itu, penerbangan Susi Air dari dan menuju Kerinci dibatalkan atau cancelled akibat kondisi yang ada. Sementara itu, Batik Air ID 6804 dari Jakarta akhirnya berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha pada pukul 15.00 WIB. Pesawat tersebut kemudian kembali diberangkatkan dengan nomor penerbangan ID 6805 tujuan Jakarta pada pukul 15.45 WIB.
Penerbangan Super Air Jet IU 840 dari Jakarta juga sempat mengalami kendala untuk melakukan pendaratan dan diperkirakan tiba pukul 16.15 WIB. Pesawat sempat berputar di wilayah Jambi sebelum akhirnya dapat melanjutkan proses pendaratan.
Citilink QG 966 dari Jakarta yang diperkirakan tiba pukul 16.45 WIB juga akhirnya berhasil mendarat setelah melakukan lebih dari enam kali percobaan. Kondisi jarak pandang kemudian menunjukkan perbaikan pada siang hari. Pada pukul 10.00 WIB jarak pandang tercatat 1.100 meter, meningkat menjadi 1.900 meter pada pukul 11.00 WIB dan 1.800 meter pada pukul 12.00 WIB.
Pada pukul 13.00 WIB jarak pandang tercatat 1.600 meter, kemudian 1.700 meter pada pukul 14.00 WIB dan mencapai 2.200 meter pada pukul 15.00 WIB. Namun, kondisi kembali menurun menjadi 1.100 meter pada pukul 15.30 WIB dan 1.000 meter pada pukul 16.00 WIB.
Jarak pandang kemudian kembali membaik menjadi 1.500 meter pada pukul 16.30 WIB, 2.100 meter pada pukul 17.00 WIB, dan bertahan di 2.100 meter pada pukul 18.00 WIB.
Ardon mengatakan pihak pengelola Bandara Sultan Thaha terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak penundaan penerbangan, termasuk memastikan informasi kepada para penumpang terus diperbarui.
"Tim operasional Bandara Sultan Thaha telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait guna memastikan penanganan terhadap penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan serta secara rutin melakukan pembaruan informasi terkait jadwal keberangkatan dan kedatangan penerbangan yang terdampak kabut asap," tutur Ardon.
Manajemen Bandara Sultan Thaha mengimbau pengguna jasa untuk terus memantau perkembangan jadwal penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai. Untuk informasi terkait kebandarudaraan, pengguna jasa juga dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports melalui nomor 172.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha, lanjut Ardon, akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa selama kondisi kabut asap berlangsung.
Pihak bandara juga berharap kondisi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi dapat segera teratasi sehingga aktivitas penerbangan dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....